Sunday, 13 September 2026

GELAR PERDANA LOMBA PIDATO SOEKARNO DI LAPANGAN PCB KOTA BEKASI, "RIBUAN PENONTON ANTUSIAS JADI HIBURAN BARU"

Harian Umum,Warta daerah Online

Dalama Acara Lomba Pidato Soekarno yang di laksanakan Nawang Center ini.Ada yang berbeda di malam Minggu kawasan Lapangan Patriot Chandrabhaga (PCB) Kota Bekasi, Sabtu (12/9) malam. Di tengah ramainya warga yang menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati suasana akhir pekan, hadir sebuah hiburan yang terbilang unik, yakni lomba pidato Soekarno.

Kegiatan yang digelar di kawasan Lapangan PCB, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, itu langsung menarik perhatian warga. Puluhan masyarakat tampak berkumpul untuk menyaksikan peserta membawakan pidato dengan gaya dan semangat yang terinspirasi dari Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Suasana pun menjadi berbeda. Jika malam Minggu biasanya identik dengan hiburan musik, kuliner atau sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga, kali ini masyarakat mendapatkan tontonan sekaligus hiburan yang mengedepankan keberanian berbicara di depan publik.

Yang menarik, kegiatan tersebut bukan sekadar lomba yang digelar satu kali. Lomba pidato Soekarno ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap malam Minggu di Lapangan PCB Kota Bekasi.

Konsepnya pun dibuat sederhana dan terbuka. Masyarakat umum yang ingin mencoba kemampuan berpidato dapat langsung mengikuti perlombaan tanpa dikenakan biaya pendaftaran.

Peserta cukup datang ke lokasi dan mendaftarkan diri. Selain mendapatkan pengalaman tampil di hadapan masyarakat, peserta juga berkesempatan memperebutkan hadiah uang tunai hingga ratusan ribu rupiah.

Kehadiran kegiatan ini menjadi warna baru bagi ruang publik Kota Bekasi. Lapangan PCB yang selama ini menjadi salah satu tempat masyarakat beraktivitas, berolahraga dan menikmati akhir pekan, kini juga menghadirkan ruang bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan berbicara.

Ketua Nawang Center, Nawang Andi Kusuma, yang juga berprofesi sebagai notaris, mengatakan lomba pidato Soekarno sengaja dikemas dengan konsep yang berbeda agar masyarakat memiliki alternatif kegiatan positif pada malam Minggu.

Menurut Nawang, pidato Soekarno selama ini lebih sering muncul dalam berbagai perlombaan pada momentum tertentu. Karena itu, pihaknya mencoba menghadirkan konsep yang lebih rutin sehingga masyarakat dapat menikmati sekaligus ikut berpartisipasi.

“Ini menjadi warna baru. Biasanya lomba pidato Soekarno dilaksanakan pada momentum atau hari tertentu. Kami mencoba membuatnya menjadi kegiatan rutin setiap malam Minggu, sehingga masyarakat bisa datang, ikut berpartisipasi, dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Nawang.

Ia menegaskan, lomba tersebut tidak ditujukan hanya bagi kalangan tertentu. Siapa pun yang memiliki keberanian untuk tampil dan kemampuan menyampaikan pidato dipersilakan mengikuti kegiatan tersebut.

Tidak harus seorang profesional, pelajar, tokoh masyarakat ataupun orang yang sudah terbiasa berbicara di depan umum. Masyarakat biasa pun memiliki kesempatan yang sama untuk naik dan menunjukkan kemampuannya.

Pada pelaksanaan perdana, antusiasme masyarakat cukup terlihat. Bahkan, sejumlah warga yang menyaksikan kegiatan tersebut langsung tertarik untuk ikut mendaftarkan diri pada pelaksanaan berikutnya.

Bagi penonton, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya datang untuk melihat perlombaan, tetapi dapat menikmati hiburan yang sekaligus membawa pesan sejarah dan semangat kebangsaan.

Konsep tersebut membuat lomba pidato Soekarno memiliki daya tarik tersendiri. Peserta ditantang untuk tampil percaya diri, mengolah kata, menyampaikan gagasan, serta membangun suasana melalui kemampuan berbicara.

Jika konsisten digelar setiap malam Minggu, kegiatan tersebut berpotensi menjadi salah satu hiburan khas masyarakat Kota Bekasi di ruang publik.

Bukan tidak mungkin, Lapangan PCB nantinya tidak hanya dikenal sebagai tempat berolahraga atau berkumpul, tetapi juga menjadi panggung terbuka bagi masyarakat yang ingin berani berbicara dan menunjukkan kreativitasnya.

Dengan pendaftaran gratis, terbuka untuk masyarakat umum dan hadiah yang menarik, lomba pidato Soekarno di Lapangan PCB Bekasi kini hadir sebagai alternatif hiburan baru setiap malam Minggu.

Sebuah konsep sederhana yang mempertemukan hiburan, keberanian berbicara dan semangat mengenang perjuangan Bung Karno di tengah ruang publik Kota Bekasi.

Malam Minggu di PCB kini punya warna baru: bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga tempat masyarakat berani tampil dan berbicara.

Ketua Pelaksana acara  dalam sambutanya ,"Timur Malaka kemas mengatakan bahwa lomba Pidato Sukarno ini yang di laksanakan di Plaza Candra Bhaga (PCB).merupakan pencarian bakat juara 1 dan 2.

Dan tak luput saya mengucapakan banyak terima kasih kepada tamu undangan yang sudah menyempatkan hadir pada acara lomba pidato bung karno. Tutupnya Timor malaka kemas. (YOYO)

Sunday, 6 September 2026

PERPUSTAKAAN PUSAT UIA GELAR SEMINAR & DISKUSI : MENGGALI KETAULADANAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI SUMBER LITERASI. 

Harian Umum Warta Daerah On line

Perpustakaan Pusat Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) sukses menggelar Seminar dan Diskusi Publik bertajuk “Ketauladanan Nabi Muhammad SAW sebagai Sumber Literasi” pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di area Perpustakaan Pusat UIA, Jakarta, acara ini menghadirkan perpaduan perspektif dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi pendidikan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor UIA, Dr. Rohmad Adi Yulianto, Lc., LL.M. Dalam pidato pembukaannya, Dr. Rohmad menegaskan bahwa tradisi membaca dan menulis dalam Islam bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan ajakan spiritual yang berakar dari wahyu pertama, Surah Al-’Alaq.

“Perintah Iqra adalah komando literasi pertama dalam sejarah Islam. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai sumber literasi berarti kita meneladani cara beliau memahami realitas, mengolah informasi dengan tabayun, dan menyampaikannya demi kemaslahatan umat,” tegas Dr. Rohmad di hadapan para peserta.

Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan empat narasumber yang membedah ketauladanan Nabi Muhammad SAW dari berbagai sudut pandang, terkait prespektif multi sektor, dari etika pers hingga transformasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Anthoni (Direktur Institute for Literacy & Education), memaparkan pentingnya membumikan strategi edukasi berbasis kenabian. Menurutnya, pendekatan literasi Nabi Muhammad SAW selalu relevan karena menekankan pemahaman yang mendalam, empati, dan penguatan daya kritis, bukan sekadar hafalan atau konsumsi teks secara mendangkal.

Selain itu jurnalis senior yang telah mengabdi puluhan tahun di Kantor Berita Antara juga menekankan pentingnya literasi terkait ekologi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dimana persoalan lingkungan saat ini begitu penting, berbagai kebijakan dalam pembangunan hendaknya juga dilandasi dengan ramah lingkungan, jelasnya.

Disisi lain, Ismail Lutan (Ketua Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia / PJMI) lebih menyoroti dimensi komunikasi dan etika penyampaian informasi ala Rasulullah SAW. Di tengah gempuran disinformasi dan hoaks di era digital, nilai Siddiq (jujur) dan Amanah (terpercaya) yang dicontohkan Nabi harus menjadi fondasi utama insan pers dan insan literasi masa kini. Dan PJMI sejak semua dicanangkan oleh para pendirinya semangatnya untuk mengusung jurnalisme profetik, jurnalisme kenabian.

Zubair, S.Pd., M.Pd. (Kepala Perpustakaan UIA) lebih menekakan dan menjelaskan peran strategis perpustakaan perguruan tinggi sebagai laboratorium peradaban. Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya menjadikan perpustakaan UIA sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat dinamika pemikiran Islam yang menginspirasi sivitas akademika untuk berkarya.

Sementara itu, Nanang Kosim, M.Ag. (Ketua PERISAI Syarikat Islam Jakarta Timur) mengulas ketauladanan Nabi dari kacamata pergerakan sosial dan sejarah. Ia menekankan bahwa kekuatan literasi yang dicontohkan Rasulullah SAW mampu mengubah masyarakat jahiliah menjadi peradaban yang memimpin dunia, sebuah nilai yang perlu dihidupkan kembali oleh organisasi kepemudaan saat ini.

Melalui gelaran diskusi publik ini, Perpustakaan Pusat UIA berharap dapat melahirkan momentum baru bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk merefleksikan kembali makna literasi. Tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi juga membangun dan mendorong budaya literasi melalui kesadaran kritis dan karakter mulia yang meneladani keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. (YOYO)

DPN JWI GELAR RAPAT DAN DISKUSI SANTAI

"KAWAL TERUS LEGALITAS PT"

Harian umum Warta Daerah On line

Pengurus inti Jajaran Wartawan Indonesia menggelar diskusi santai di kediaman Wakil Ketua Umum untuk mematangkan arah strategis dan penguatan internal organisasi.

"Diskusi strategis yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPN Jajaran Wartawan Indonesia ( JWI). Jln. PULOMAS VIIA NO.19 KELURAHAN KAYU PUTIH, KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

Acara diskusi ini  dibuka dan dipandu langsung oleh Sekretaris Jenderal, Lindayani Ritonga, SE., MM. 

Hadir dalam acara pertemuan oleh Ketua Umum Ir. Maxmillian Apituley, MT., Ketua Harian Rahmad Liwan, Wakil Ketua Umum Netty Suryani, SH., dan Bendahara Umum Ulfah Nur. Turut hadir memperkuat pembahasan, Kepala Bidang OKK Yusuf Adtjeh serta Kepala Bidang Hukum Alex Nadeak.

Diskusi intensif ini berfokus pada empat agenda kerja utama, yaitu:

Kelengkapan Lima Bidang Organisasi: Melakukan peninjauan struktur dan pemenuhan kebutuhan personalia di lima bidang kerja utama demi memaksimalkan performa organisasi secara menyeluruh.

Operasional dan Fasilitas Kantor: Merumuskan standarisasi fasilitas penunjang serta sistem operasional sekretariat agar aktivitas kerja pengurus berjalan lebih efektif dan produktif.

Badan Hukum PT: Membahas aspek legalitas terkait pembentukan Perseroan Terbatas (PT) sebagai payung hukum resmi untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi.

Finalisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB): Merampungkan pembahasan anggaran secara detail guna memastikan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan terukur.

Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia, Ir. Maxmillian Apituley, MT., memberikan arahan strategis dan instruksi langsung kepada setiap bidang agar bergerak cepat dan taktis.

"Saya instruksikan kepada Kabid OKK untuk segera menuntaskan standardisasi kompetensi di lima bidang utama Kita harus diisi oleh figur yang siap bekerja keras secara tim,"Paparnya.

Dikatakan lagi," Untuk Kabid Hukum, kawal penuh legalitas badan hukum PT ini hingga tuntas demi kemandirian ekonomi organisasi kita," tegas Ir. Maxmillian.

Ia juga menambahkan pentingnya operasional kantor yang profesional di bawah koordinasi Ketua Harian dan Sekjend, serta meminta Bendahara Umum memfinalisasi RAB dengan prinsip efisiensi yang transparan. Ujarnya

"Didukung fasilitas kantor yang mumpuni serta manajemen anggaran yang akuntabel, saya optimis organisasi ini akan semakin solid dan berdampak nyata bagi seluruh anggota, pungkasnya.

Melalui konsolidasi ini, seluruh jajaran pimpinan berkomitmen penuh untuk membawa Jajaran Wartawan Indonesia menjadi wadah profesi yang semakin kuat, mandiri, dan berintegritas tutupnya.(WD/RED)

Sunday, 30 August 2026

RT 01/RW.01 KELURAHAN JATIWARNA KECAMATAN PONDOK MELATI, MERIAHKQN ACARA HUT RI KE 81 BERJALAN SUKSES.

Harian umum warta daerah, OnLine

Warga RT 01 RW 01, Kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, menggelar perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan penuh kemeriahan. Kendati berskala tingkat RT, kemasan acara yang berlangsung  suasana hangat khas pesta rakyat terasa tingkat Kelurahan. Sabtu,(29-08 2026.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonsia Raya yang diikuti oleh semua yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan Panggung Hiburan sebagai puncak acara. Tak kurang dari 1500 warga hadir memadati lokasi acara

​Ketua RT 01 /RW 01, Mutar menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar warga sebagai pondasi utama kemajuan lingkungan. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran panitia dan seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan acara.

Dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada tamu- tamu undangan di wilayah RT 01/RW01 kelurahan Jatiwarna Kecamatan pondok melati kota bekasi.

Dalam sambutanya Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bekasi bidang Hukum Nawang Andi Kusuma,SH, M.Kn mengucapakan terima kasih telah di undang di acara Dirgahayu RI ke 81, di tingkat Rt seperti rasa tingkat kelurahan.

Pertama kita panjatkan puji dan syukur kemerdekaan Republik indonesia ke 81 ini dengan jaman yang susah tetapi alhamdulillah di Rt 01/ Rw 01 semuanya bergembira semuanya bisa menikmati dengan susana bergembira dan hangat,"Ujarnya.

Nawang melihat di atas panggung Gembira ada tulisan (MBG) ternyata Melenial Bersama Gen z di kirain Makan Bergizi Gratis.

Tak luput," kita doakan pak Syarifudin wangsa semoga di berikan sehat. Aamiin.

Lanjut dikatakan ,Nawang mengatakan alhamdulillah saya dan Bang syarifudin wangsa membuat sanggar tari bernama LARASATI.

"Sanggar tersebut untuk melestarikan Budaya nasional kita.dan Bung karno juga telah mengajarkan kepada kita semuanya pernah di ucapkan yang namanya TRISAKTI Bung Karno yang pertama berkedaulatan dalam bidang politik. 

Yang kedua berdikari dalam bidang Ekonomi

Nawang juga memberikan hadiah seratus ribu kepada tamu undangan bilamana menjawab pertanyaan singkatan BERDIKARI.

Yang ketiga melestarikan budaya nasional kita, agar anak cucu kita bisa mengerti tentang budaya bisa di lestarikan di tengah era Globalisasi ini dan disini juga kita buat sanggar larasati. Tuturnya.

"Saya dan pak syarifudin wangsa berkomitmen mudah- mudahan sanggar larasati ini bisa berdiri dimasing-masing kecamatan dan kelurahan yang ada di kota bekasi agar anak cucu kita bisa mengenal budaya.

Dan juga 17 Agustus di RT01/RW 01 Kelurahan Jatiwarna ada tampilan Tari- tarian diantaranya tari ondel-ondel, tari semut dll termasuk fashion sow dan mudah- mudahan bisa di contoh oleh dari daerah- daerah lainya dan bisa menjadi kebanggan kota bekasi tutupnya Nawang. (YOYO)

Wednesday, 19 August 2026

SDN JATIBENING BARU IV, IKUT MEMERIAHKAN ACARA HUT RI KE-81 MERDEKA.

Harian umum warta daerah Online.

Dalam Rangka puncak memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Sekolah Dasar Negeri (SDN), Jatibening baru IV Kecamatan Pondok Gede menggelar acara upacara yang di selenggarakan langsung di halaman sekolah berlangsung hikmad. Dan dilanjutkan berbagai lomba yang berlangsung sejak Selasa (18/8/2026) sampai Rabu (19/8/2026).

Kepala SD Negeri Jatibening baru IV, Ngadimun S.Pd kepada warta daerah Rabu (19/8/2026) menyebutkan, lomba- lomba yaitu kelas I, II dan III ,IV dan V. Jenis lombanya adalah lomba gigit sendok, lomba isi paku dalam botol dan lomba lainnya.

Setelah upacara, dilanjutkan dengan lomba di hari selasa dan hari Rabunya baru di berikan pengumuman hasil lomba dan membagikan bingkisan kecil-kecilan kepada para juara.

Kepala Sekolah SDN Jatibening Baru IV, Ngadimun S.Pd saat pembukaan BOLA VOLLY memberikan pukulan pertama dalam pertandingan.


"Lomba untuk guru-guru diantaranya lomba bola VOLLY. dan lomba lainya dengan meriah acara HUT RI Ke 81 di selenggarakan di halaman Sekolah.

Bingkisan yang dibagi itu, menurut dia, sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak.

Lanjut di katakan ,"Ngadimun S.Pd, Bingkisan yang dibagikan kepada anak-anak itu merupakan sumbangan sukarela dari para guru di sekolahnya karena di dalam dana BOS tidak dianggarkan. Ujarnya. 

Ketua umum Teman Bang Yoyo ( TBY)," Saat memberikan Hadiah kepada pemenang yang mendapatkan Juara-Juara dalam lomba HUT RI ke-81 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatibening baru IV.


Hadir dalam acara lomba HUT RI Ke - 81. Ketua Komite SDN Jatibening Baru IV, Orang Tua murid SDN Jatibening Baru IV dan Ketum Teman Bang Yoyo (TBY) (Yoyo).

Monday, 17 August 2026




PWI BEKASI RAYA GELAR UPACARA HUT RI KE-81 PASUKAN NASIONALISME DAN KEBERSAMAAN.

Harian umum warta daerah online

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan khidmat di halaman Sekretariat PWI Bekasi Raya, Jalan Rawa Tembaga II No. 1, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (17/8/2026).


Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih diikuti jajaran pengurus dan anggota PWI Bekasi Raya. Momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga refleksi bagi insan pers mengenai makna kemerdekaan dan tanggung jawab menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui karya jurnalistik.

Usai upacara, suasana berubah penuh keakraban dan keceriaan. Berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan digelar, mulai dari lomba makan kerupuk, makan mi instan, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga karaoke lagu-lagu perjuangan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan di antara pengurus dan anggota PWI Bekasi Raya.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., mengangkat pesan besar tentang pentingnya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur sebagai cita-cita kemerdekaan yang harus terus diperjuangkan.

“Selamat pagi dan selamat merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 untuk kita semua. Hari ini kita memperingati momen bersejarah ketika bangsa ini membebaskan diri dari belenggu penjajahan dan menyatakan diri berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka,” kata Ade.

Menurutnya, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan.

“Delapan puluh satu tahun berlalu, semangat para pahlawan dalam merebut kemerdekaan itu tidak boleh padam. Kita mewarisi amanah besar untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa,” ujarnya.

Ade menjelaskan, berdaulat berarti bangsa Indonesia memiliki kendali penuh atas nasib dan masa depannya sendiri, tanpa tunduk pada kepentingan yang dapat merugikan rakyat maupun pada kekuasaan yang dijalankan secara sewenang-wenang.

Sementara adil, menurutnya, berarti keadilan harus benar-benar hadir dan dirasakan seluruh rakyat tanpa membedakan asal-usul, kedudukan maupun latar belakang.

Sedangkan makmur harus diwujudkan melalui kesejahteraan dan kehidupan yang layak bagi seluruh masyarakat hingga ke pelosok negeri.

Pers Harus Mengisi Kemerdekaan dengan Kebenaran

Dalam konteks kehidupan pers, Ade menegaskan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab strategis dalam mengisi kemerdekaan. Kemerdekaan pers, menurutnya, merupakan bagian penting dari kehidupan negara demokratis sekaligus instrumen untuk menjaga kepentingan publik.

“Sebagai insan pers, kita memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita mulia ini. Kemerdekaan pers adalah bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan negara,” tegasnya.

Ia mengatakan, tugas wartawan tidak berhenti pada menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengawasi jalannya pemerintahan, pembangunan dan berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Menulis, memberitakan, dan mengawasi jalannya pemerintahan serta pembangunan adalah bentuk sumbangsih kita menjaga kedaulatan bangsa. Melalui tulisan yang jujur, berimbang, dan bertanggung jawab, kita tegakkan keadilan. Melalui liputan yang memotret potensi dan kesulitan rakyat, kita dorong terciptanya kemakmuran yang merata,” tandas Ade.

Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, independensi dan keberpihakan kepada kebenaran serta kepentingan masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai titik balik untuk semakin profesional, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran. Jaga persatuan, hindari perpecahan, dan teruslah berkarya membangun Bekasi serta Indonesia tercinta,” pesannya.

Ade menegaskan bahwa perjuangan generasi hari ini memang berbeda dengan perjuangan para pendiri bangsa. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga, maka insan pers hari ini memiliki medan perjuangan melalui pena, fakta, kebenaran dan karya jurnalistik yang bertanggung jawab.

Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan PWI Bekasi Raya kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan kebersamaan, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan antaranggota dalam bingkai nasionalisme.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka! (Yoyo)