Tuesday, 22 September 2026

DLH KOTA BEKASI LAKUKAN PENGAWASAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH USAHA RESTORAN.

Harian umum warta daerah online

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melakukan pemeriksaan lapangan terhadap salah satu kegiatan usaha restoran/rumah makan sebagai tindak lanjut informasi dan aduan yang disampaikan melalui media online.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kegiatan usaha, khususnya terkait pengelolaan air limbah domestik serta pemenuhan aspek administrasi lingkungan, tidak hanya itu saja DLH Kota Bekasi juga melakukan pengambilan sampling air permukaan yang berada di sungai Kali Abang 2 Perwira Sari, Kecamatan Bekasi Utara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, DLH memberikan sejumlah arahan kepada pihak pengelola usaha terkait upaya pengelolaan air limbah agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk sarana pengolahan dan pemenuhan baku mutu.

Selanjutnya, DLH Kota Bekasi akan melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut. Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan usaha tetap memperhatikan ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

DLH Kota Bekasi terus mendorong pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan serta menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi kegiatan. (Yoyo)

WALIKOTA BEKASI TURUT RESMIKAN GEDUNG B RS SILOAM SENTOSA, PENGUATAN AKSES LAYANAN KESEHATAN MODERN.

Harian umum warta daerah online


RS Siloam Sentosa Hadirkan Layanan SWL dan Laparoskopi, Wali Kota Bekasi: Apresiasi Teknologi Medis Yang Semakin Maju

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut meresmikan Gedung B RS Siloam Sentosa di Bekasi Timur, Selasa (22/9/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas dan layanan kesehatan di Kota Bekasi, sekaligus pengenalan sejumlah metode penanganan medis dengan teknologi modern.

Momentum peresmian ini turut hadir Caroline Rady selaku CEO dan Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Hadi Prabowo, Camat Bekasi Timur Arie Halimatussadiyyah, serta jajaran lurah di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.

Salah satu layanan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah SWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Metode ini merupakan prosedur non-bedah yang menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh untuk membantu memecah batu ginjal atau batu saluran kemih.

Selain SWL, RS Siloam Sentosa juga memperkenalkan layanan laparoskopi. Prosedur ini merupakan tindakan bedah minimal invasif dengan sayatan yang lebih kecil untuk membantu pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan gangguan pada organ di dalam rongga perut atau panggul.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasi atas pengembangan fasilitas kesehatan tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan dengan teknologi medis yang semakin berkembang dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Bekasi tentu menyambut baik pengembangan fasilitas dan layanan kesehatan seperti ini. Kehadiran teknologi medis yang semakin maju diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Tri.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan terus diperkuat, sehingga pelayanan kesehatan di Kota Bekasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, aman, dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, sinergi dengan rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan menjadi hal yang penting,” katanya.

Sementara itu, Caroline Rady mengatakan pengembangan fasilitas dan layanan di RS Siloam Sentosa merupakan bagian dari komitmen Siloam Hospitals Group untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

“Kami ingin terus menghadirkan layanan kesehatan yang didukung teknologi dan tenaga medis yang kompeten, sehingga masyarakat dapat memperoleh pilihan pelayanan yang semakin lengkap,” ujar Caroline.

Pengembangan fasilitas di RS Siloam Sentosa diharapkan dapat semakin memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas di Kota Bekasi, khususnya bagi warga di wilayah Bekasi Timur dan sekitarnya. 

Dengan dukungan fasilitas, teknologi medis, serta tenaga kesehatan yang kompeten, kehadiran Gedung B dan layanan seperti SWL serta laparoskopi diharapkan dapat memberikan pilihan penanganan yang lebih beragam sesuai kebutuhan pasien. (Yoyo)

DAPAT HIBAH ASET RAMPASAN NEGARA RP 3,65 MILIAR, PEMKOT BEKASI SIAPKAN FOLDER PENGEDALIAN BANJIR.

Harian umum warta daerah online 


KPK Pastikan Barang Rampasan Kembali ke Masyarakat, 7 Aset Tanah Dihibahkan ke Pemkot Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi menerima hibah barang rampasan negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia berupa tujuh bidang tanah yang berada di Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Aset tersebut dipindah tangankan kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk dimanfaatkan kembali bagi kepentingan masyarakat.

Serah terima hibah dihadiri Direktur Labuksi KPK RI, Mungki Hadipradikto, beserta jajaran KPK dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tujuh bidang tanah tersebut memiliki luas keseluruhan 1.452 meter persegi, dengan nilai mencapai Rp3,65 miliar.

Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, menyambut baik penyerahan aset tersebut. Menurutnya, hibah ini menjadi tambahan aset bagi Pemerintah Kota Bekasi sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap bidang tanah yang kini dapat dimanfaatkan Pemerintah.

“Ini seperti mendapatkan rezeki nomplok. Ada tujuh sertifikasi aset dengan nilai sekitar Rp3,6 miliar yang hari ini bisa kita terima dan manfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Tri.

Tri mengatakan, penambahan aset tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam melakukan penataan dan sertifikasi aset daerah secara cepat, terukur, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, persoalan aset dan pertanahan harus ditangani secara cermat karena berkaitan erat dengan aspek hukum. Setiap aset pemerintah harus memiliki status kepemilikan dan administrasi yang jelas.

“Ini tidak lagi menjadi beban pemerintah terkait tanah-tanah yang belum tersertifikasi. Kita harus menyelesaikannya dengan cepat dan terukur sesuai ketentuan, karena kalau sudah berbicara pertanahan, tentu berkaitan juga dengan aspek hukum,” katanya.

Sebagai langkah pengamanan aset, Pemerintah Kota Bekasi juga akan memasang plang penanda kepemilikan pada tujuh bidang tanah tersebut. Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa aset tersebut telah menjadi bagian dari aset Pemerintah Kota Bekasi.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan bahwa aset tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan menyiapkan lokasi sebagai polder air dalam rangka memperkuat upaya pengendalian banjir di wilayah Jatiasih.

“Kalau untuk polder, tinggal kita gali dan kita manfaatkan. Ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pengendalian banjir di wilayah Kota Bekasi,” jelasnya.

Tri menilai pemanfaatan barang rampasan negara untuk kepentingan publik merupakan bentuk nyata dari pengembalian manfaat aset negara kepada masyarakat. Aset yang sebelumnya menjadi bagian dari perkara hukum kini dapat difungsikan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Labuksi KPK RI, Mungki Hadipradikto, mengatakan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya berorientasi pada pemberian hukuman terhadap pelaku, tetapi juga memastikan barang rampasan negara dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Upaya KPK bukan hanya menghukum pelaku. Perkara ini juga harus bisa kembali memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satunya melalui penyerahan barang rampasan negara untuk dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,” ujar Mungki.

Ia menjelaskan, melalui proses pemindahtanganan dan hibah tersebut, barang rampasan negara dapat kembali memiliki fungsi sosial dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, pihak KPK juga mendorong agar proses administrasi pertanahan dapat segera ditindaklanjuti. KPK berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar proses balik nama dan administrasi kepemilikan tujuh bidang tanah tersebut dapat segera diselesaikan.

Langkah tersebut dinilai penting agar aset yang telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Bekasi memiliki kepastian administrasi dan dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Kita mendorong kepada BPN agar proses balik nama ini bisa segera dilakukan, sehingga aset yang sudah diserahkan ini dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Mungki.

Mungkin juga mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Bekasi yang akan memanfaatkan aset tersebut untuk kebutuhan publik, termasuk sebagai bagian dari pembangunan polder air.

“Ini merupakan salah satu bentuk bagaimana barang rampasan negara dapat dikembalikan menjadi aset negara yang kemudian difungsikan kembali untuk masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan polder air yang diharapkan menjadi langkah strategis dalam pengendalian banjir,” katanya.

Dengan diterimanya hibah tersebut, Pemerintah Kota Bekasi selanjutnya akan melakukan penataan, pengamanan, serta pemanfaatan terhadap tujuh bidang tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemanfaatan aset diarahkan agar tidak hanya memberikan kepastian hukum dan nilai tambah bagi pemerintah daerah, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penanganan persoalan banjir di Kota Bekasi. (Yoyo)

Sunday, 13 September 2026

GELAR PERDANA LOMBA PIDATO SOEKARNO DI LAPANGAN PCB KOTA BEKASI, "RIBUAN PENONTON ANTUSIAS JADI HIBURAN BARU"

Harian Umum,Warta daerah Online

Dalama Acara Lomba Pidato Soekarno yang di laksanakan Nawang Center ini.Ada yang berbeda di malam Minggu kawasan Lapangan Patriot Chandrabhaga (PCB) Kota Bekasi, Sabtu (12/9) malam. Di tengah ramainya warga yang menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati suasana akhir pekan, hadir sebuah hiburan yang terbilang unik, yakni lomba pidato Soekarno.

Kegiatan yang digelar di kawasan Lapangan PCB, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, itu langsung menarik perhatian warga. Puluhan masyarakat tampak berkumpul untuk menyaksikan peserta membawakan pidato dengan gaya dan semangat yang terinspirasi dari Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Suasana pun menjadi berbeda. Jika malam Minggu biasanya identik dengan hiburan musik, kuliner atau sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga, kali ini masyarakat mendapatkan tontonan sekaligus hiburan yang mengedepankan keberanian berbicara di depan publik.

Yang menarik, kegiatan tersebut bukan sekadar lomba yang digelar satu kali. Lomba pidato Soekarno ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap malam Minggu di Lapangan PCB Kota Bekasi.

Konsepnya pun dibuat sederhana dan terbuka. Masyarakat umum yang ingin mencoba kemampuan berpidato dapat langsung mengikuti perlombaan tanpa dikenakan biaya pendaftaran.

Peserta cukup datang ke lokasi dan mendaftarkan diri. Selain mendapatkan pengalaman tampil di hadapan masyarakat, peserta juga berkesempatan memperebutkan hadiah uang tunai hingga ratusan ribu rupiah.

Kehadiran kegiatan ini menjadi warna baru bagi ruang publik Kota Bekasi. Lapangan PCB yang selama ini menjadi salah satu tempat masyarakat beraktivitas, berolahraga dan menikmati akhir pekan, kini juga menghadirkan ruang bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan berbicara.

Ketua Nawang Center, Nawang Andi Kusuma, yang juga berprofesi sebagai notaris, mengatakan lomba pidato Soekarno sengaja dikemas dengan konsep yang berbeda agar masyarakat memiliki alternatif kegiatan positif pada malam Minggu.

Menurut Nawang, pidato Soekarno selama ini lebih sering muncul dalam berbagai perlombaan pada momentum tertentu. Karena itu, pihaknya mencoba menghadirkan konsep yang lebih rutin sehingga masyarakat dapat menikmati sekaligus ikut berpartisipasi.

“Ini menjadi warna baru. Biasanya lomba pidato Soekarno dilaksanakan pada momentum atau hari tertentu. Kami mencoba membuatnya menjadi kegiatan rutin setiap malam Minggu, sehingga masyarakat bisa datang, ikut berpartisipasi, dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Nawang.

Ia menegaskan, lomba tersebut tidak ditujukan hanya bagi kalangan tertentu. Siapa pun yang memiliki keberanian untuk tampil dan kemampuan menyampaikan pidato dipersilakan mengikuti kegiatan tersebut.

Tidak harus seorang profesional, pelajar, tokoh masyarakat ataupun orang yang sudah terbiasa berbicara di depan umum. Masyarakat biasa pun memiliki kesempatan yang sama untuk naik dan menunjukkan kemampuannya.

Pada pelaksanaan perdana, antusiasme masyarakat cukup terlihat. Bahkan, sejumlah warga yang menyaksikan kegiatan tersebut langsung tertarik untuk ikut mendaftarkan diri pada pelaksanaan berikutnya.

Bagi penonton, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya datang untuk melihat perlombaan, tetapi dapat menikmati hiburan yang sekaligus membawa pesan sejarah dan semangat kebangsaan.

Konsep tersebut membuat lomba pidato Soekarno memiliki daya tarik tersendiri. Peserta ditantang untuk tampil percaya diri, mengolah kata, menyampaikan gagasan, serta membangun suasana melalui kemampuan berbicara.

Jika konsisten digelar setiap malam Minggu, kegiatan tersebut berpotensi menjadi salah satu hiburan khas masyarakat Kota Bekasi di ruang publik.

Bukan tidak mungkin, Lapangan PCB nantinya tidak hanya dikenal sebagai tempat berolahraga atau berkumpul, tetapi juga menjadi panggung terbuka bagi masyarakat yang ingin berani berbicara dan menunjukkan kreativitasnya.

Dengan pendaftaran gratis, terbuka untuk masyarakat umum dan hadiah yang menarik, lomba pidato Soekarno di Lapangan PCB Bekasi kini hadir sebagai alternatif hiburan baru setiap malam Minggu.

Sebuah konsep sederhana yang mempertemukan hiburan, keberanian berbicara dan semangat mengenang perjuangan Bung Karno di tengah ruang publik Kota Bekasi.

Malam Minggu di PCB kini punya warna baru: bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga tempat masyarakat berani tampil dan berbicara.

Ketua Pelaksana acara  dalam sambutanya ,"Timur Malaka kemas mengatakan bahwa lomba Pidato Sukarno ini yang di laksanakan di Plaza Candra Bhaga (PCB).merupakan pencarian bakat juara 1 dan 2.

Dan tak luput saya mengucapakan banyak terima kasih kepada tamu undangan yang sudah menyempatkan hadir pada acara lomba pidato bung karno. Tutupnya Timor malaka kemas. (YOYO)

Sunday, 6 September 2026

PERPUSTAKAAN PUSAT UIA GELAR SEMINAR & DISKUSI : MENGGALI KETAULADANAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI SUMBER LITERASI. 

Harian Umum Warta Daerah On line

Perpustakaan Pusat Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) sukses menggelar Seminar dan Diskusi Publik bertajuk “Ketauladanan Nabi Muhammad SAW sebagai Sumber Literasi” pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di area Perpustakaan Pusat UIA, Jakarta, acara ini menghadirkan perpaduan perspektif dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi pendidikan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor UIA, Dr. Rohmad Adi Yulianto, Lc., LL.M. Dalam pidato pembukaannya, Dr. Rohmad menegaskan bahwa tradisi membaca dan menulis dalam Islam bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan ajakan spiritual yang berakar dari wahyu pertama, Surah Al-’Alaq.

“Perintah Iqra adalah komando literasi pertama dalam sejarah Islam. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai sumber literasi berarti kita meneladani cara beliau memahami realitas, mengolah informasi dengan tabayun, dan menyampaikannya demi kemaslahatan umat,” tegas Dr. Rohmad di hadapan para peserta.

Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan empat narasumber yang membedah ketauladanan Nabi Muhammad SAW dari berbagai sudut pandang, terkait prespektif multi sektor, dari etika pers hingga transformasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Anthoni (Direktur Institute for Literacy & Education), memaparkan pentingnya membumikan strategi edukasi berbasis kenabian. Menurutnya, pendekatan literasi Nabi Muhammad SAW selalu relevan karena menekankan pemahaman yang mendalam, empati, dan penguatan daya kritis, bukan sekadar hafalan atau konsumsi teks secara mendangkal.

Selain itu jurnalis senior yang telah mengabdi puluhan tahun di Kantor Berita Antara juga menekankan pentingnya literasi terkait ekologi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dimana persoalan lingkungan saat ini begitu penting, berbagai kebijakan dalam pembangunan hendaknya juga dilandasi dengan ramah lingkungan, jelasnya.

Disisi lain, Ismail Lutan (Ketua Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia / PJMI) lebih menyoroti dimensi komunikasi dan etika penyampaian informasi ala Rasulullah SAW. Di tengah gempuran disinformasi dan hoaks di era digital, nilai Siddiq (jujur) dan Amanah (terpercaya) yang dicontohkan Nabi harus menjadi fondasi utama insan pers dan insan literasi masa kini. Dan PJMI sejak semua dicanangkan oleh para pendirinya semangatnya untuk mengusung jurnalisme profetik, jurnalisme kenabian.

Zubair, S.Pd., M.Pd. (Kepala Perpustakaan UIA) lebih menekakan dan menjelaskan peran strategis perpustakaan perguruan tinggi sebagai laboratorium peradaban. Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya menjadikan perpustakaan UIA sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat dinamika pemikiran Islam yang menginspirasi sivitas akademika untuk berkarya.

Sementara itu, Nanang Kosim, M.Ag. (Ketua PERISAI Syarikat Islam Jakarta Timur) mengulas ketauladanan Nabi dari kacamata pergerakan sosial dan sejarah. Ia menekankan bahwa kekuatan literasi yang dicontohkan Rasulullah SAW mampu mengubah masyarakat jahiliah menjadi peradaban yang memimpin dunia, sebuah nilai yang perlu dihidupkan kembali oleh organisasi kepemudaan saat ini.

Melalui gelaran diskusi publik ini, Perpustakaan Pusat UIA berharap dapat melahirkan momentum baru bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk merefleksikan kembali makna literasi. Tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi juga membangun dan mendorong budaya literasi melalui kesadaran kritis dan karakter mulia yang meneladani keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. (YOYO)

DPN JWI GELAR RAPAT DAN DISKUSI SANTAI

"KAWAL TERUS LEGALITAS PT"

Harian umum Warta Daerah On line

Pengurus inti Jajaran Wartawan Indonesia menggelar diskusi santai di kediaman Wakil Ketua Umum untuk mematangkan arah strategis dan penguatan internal organisasi.

"Diskusi strategis yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPN Jajaran Wartawan Indonesia ( JWI). Jln. PULOMAS VIIA NO.19 KELURAHAN KAYU PUTIH, KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

Acara diskusi ini  dibuka dan dipandu langsung oleh Sekretaris Jenderal, Lindayani Ritonga, SE., MM. 

Hadir dalam acara pertemuan oleh Ketua Umum Ir. Maxmillian Apituley, MT., Ketua Harian Rahmad Liwan, Wakil Ketua Umum Netty Suryani, SH., dan Bendahara Umum Ulfah Nur. Turut hadir memperkuat pembahasan, Kepala Bidang OKK Yusuf Adtjeh serta Kepala Bidang Hukum Alex Nadeak.

Diskusi intensif ini berfokus pada empat agenda kerja utama, yaitu:

Kelengkapan Lima Bidang Organisasi: Melakukan peninjauan struktur dan pemenuhan kebutuhan personalia di lima bidang kerja utama demi memaksimalkan performa organisasi secara menyeluruh.

Operasional dan Fasilitas Kantor: Merumuskan standarisasi fasilitas penunjang serta sistem operasional sekretariat agar aktivitas kerja pengurus berjalan lebih efektif dan produktif.

Badan Hukum PT: Membahas aspek legalitas terkait pembentukan Perseroan Terbatas (PT) sebagai payung hukum resmi untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi.

Finalisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB): Merampungkan pembahasan anggaran secara detail guna memastikan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan terukur.

Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia, Ir. Maxmillian Apituley, MT., memberikan arahan strategis dan instruksi langsung kepada setiap bidang agar bergerak cepat dan taktis.

"Saya instruksikan kepada Kabid OKK untuk segera menuntaskan standardisasi kompetensi di lima bidang utama Kita harus diisi oleh figur yang siap bekerja keras secara tim,"Paparnya.

Dikatakan lagi," Untuk Kabid Hukum, kawal penuh legalitas badan hukum PT ini hingga tuntas demi kemandirian ekonomi organisasi kita," tegas Ir. Maxmillian.

Ia juga menambahkan pentingnya operasional kantor yang profesional di bawah koordinasi Ketua Harian dan Sekjend, serta meminta Bendahara Umum memfinalisasi RAB dengan prinsip efisiensi yang transparan. Ujarnya

"Didukung fasilitas kantor yang mumpuni serta manajemen anggaran yang akuntabel, saya optimis organisasi ini akan semakin solid dan berdampak nyata bagi seluruh anggota, pungkasnya.

Melalui konsolidasi ini, seluruh jajaran pimpinan berkomitmen penuh untuk membawa Jajaran Wartawan Indonesia menjadi wadah profesi yang semakin kuat, mandiri, dan berintegritas tutupnya.(WD/RED)

Sunday, 30 August 2026

RT 01/RW.01 KELURAHAN JATIWARNA KECAMATAN PONDOK MELATI, MERIAHKQN ACARA HUT RI KE 81 BERJALAN SUKSES.

Harian umum warta daerah, OnLine

Warga RT 01 RW 01, Kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, menggelar perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan penuh kemeriahan. Kendati berskala tingkat RT, kemasan acara yang berlangsung  suasana hangat khas pesta rakyat terasa tingkat Kelurahan. Sabtu,(29-08 2026.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonsia Raya yang diikuti oleh semua yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan Panggung Hiburan sebagai puncak acara. Tak kurang dari 1500 warga hadir memadati lokasi acara

​Ketua RT 01 /RW 01, Mutar menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar warga sebagai pondasi utama kemajuan lingkungan. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran panitia dan seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan acara.

Dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada tamu- tamu undangan di wilayah RT 01/RW01 kelurahan Jatiwarna Kecamatan pondok melati kota bekasi.

Dalam sambutanya Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bekasi bidang Hukum Nawang Andi Kusuma,SH, M.Kn mengucapakan terima kasih telah di undang di acara Dirgahayu RI ke 81, di tingkat Rt seperti rasa tingkat kelurahan.

Pertama kita panjatkan puji dan syukur kemerdekaan Republik indonesia ke 81 ini dengan jaman yang susah tetapi alhamdulillah di Rt 01/ Rw 01 semuanya bergembira semuanya bisa menikmati dengan susana bergembira dan hangat,"Ujarnya.

Nawang melihat di atas panggung Gembira ada tulisan (MBG) ternyata Melenial Bersama Gen z di kirain Makan Bergizi Gratis.

Tak luput," kita doakan pak Syarifudin wangsa semoga di berikan sehat. Aamiin.

Lanjut dikatakan ,Nawang mengatakan alhamdulillah saya dan Bang syarifudin wangsa membuat sanggar tari bernama LARASATI.

"Sanggar tersebut untuk melestarikan Budaya nasional kita.dan Bung karno juga telah mengajarkan kepada kita semuanya pernah di ucapkan yang namanya TRISAKTI Bung Karno yang pertama berkedaulatan dalam bidang politik. 

Yang kedua berdikari dalam bidang Ekonomi

Nawang juga memberikan hadiah seratus ribu kepada tamu undangan bilamana menjawab pertanyaan singkatan BERDIKARI.

Yang ketiga melestarikan budaya nasional kita, agar anak cucu kita bisa mengerti tentang budaya bisa di lestarikan di tengah era Globalisasi ini dan disini juga kita buat sanggar larasati. Tuturnya.

"Saya dan pak syarifudin wangsa berkomitmen mudah- mudahan sanggar larasati ini bisa berdiri dimasing-masing kecamatan dan kelurahan yang ada di kota bekasi agar anak cucu kita bisa mengenal budaya.

Dan juga 17 Agustus di RT01/RW 01 Kelurahan Jatiwarna ada tampilan Tari- tarian diantaranya tari ondel-ondel, tari semut dll termasuk fashion sow dan mudah- mudahan bisa di contoh oleh dari daerah- daerah lainya dan bisa menjadi kebanggan kota bekasi tutupnya Nawang. (YOYO)