Sunday, 6 September 2026

PERPUSTAKAAN PUSAT UIA GELAR SEMINAR & DISKUSI : MENGGALI KETAULADANAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI SUMBER LITERASI. 

Harian Umum Warta Daerah On line

Perpustakaan Pusat Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) sukses menggelar Seminar dan Diskusi Publik bertajuk “Ketauladanan Nabi Muhammad SAW sebagai Sumber Literasi” pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di area Perpustakaan Pusat UIA, Jakarta, acara ini menghadirkan perpaduan perspektif dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi pendidikan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor UIA, Dr. Rohmad Adi Yulianto, Lc., LL.M. Dalam pidato pembukaannya, Dr. Rohmad menegaskan bahwa tradisi membaca dan menulis dalam Islam bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan ajakan spiritual yang berakar dari wahyu pertama, Surah Al-’Alaq.

“Perintah Iqra adalah komando literasi pertama dalam sejarah Islam. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai sumber literasi berarti kita meneladani cara beliau memahami realitas, mengolah informasi dengan tabayun, dan menyampaikannya demi kemaslahatan umat,” tegas Dr. Rohmad di hadapan para peserta.

Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan empat narasumber yang membedah ketauladanan Nabi Muhammad SAW dari berbagai sudut pandang, terkait prespektif multi sektor, dari etika pers hingga transformasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Anthoni (Direktur Institute for Literacy & Education), memaparkan pentingnya membumikan strategi edukasi berbasis kenabian. Menurutnya, pendekatan literasi Nabi Muhammad SAW selalu relevan karena menekankan pemahaman yang mendalam, empati, dan penguatan daya kritis, bukan sekadar hafalan atau konsumsi teks secara mendangkal.

Selain itu jurnalis senior yang telah mengabdi puluhan tahun di Kantor Berita Antara juga menekankan pentingnya literasi terkait ekologi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dimana persoalan lingkungan saat ini begitu penting, berbagai kebijakan dalam pembangunan hendaknya juga dilandasi dengan ramah lingkungan, jelasnya.

Disisi lain, Ismail Lutan (Ketua Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia / PJMI) lebih menyoroti dimensi komunikasi dan etika penyampaian informasi ala Rasulullah SAW. Di tengah gempuran disinformasi dan hoaks di era digital, nilai Siddiq (jujur) dan Amanah (terpercaya) yang dicontohkan Nabi harus menjadi fondasi utama insan pers dan insan literasi masa kini. Dan PJMI sejak semua dicanangkan oleh para pendirinya semangatnya untuk mengusung jurnalisme profetik, jurnalisme kenabian.

Zubair, S.Pd., M.Pd. (Kepala Perpustakaan UIA) lebih menekakan dan menjelaskan peran strategis perpustakaan perguruan tinggi sebagai laboratorium peradaban. Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya menjadikan perpustakaan UIA sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat dinamika pemikiran Islam yang menginspirasi sivitas akademika untuk berkarya.

Sementara itu, Nanang Kosim, M.Ag. (Ketua PERISAI Syarikat Islam Jakarta Timur) mengulas ketauladanan Nabi dari kacamata pergerakan sosial dan sejarah. Ia menekankan bahwa kekuatan literasi yang dicontohkan Rasulullah SAW mampu mengubah masyarakat jahiliah menjadi peradaban yang memimpin dunia, sebuah nilai yang perlu dihidupkan kembali oleh organisasi kepemudaan saat ini.

Melalui gelaran diskusi publik ini, Perpustakaan Pusat UIA berharap dapat melahirkan momentum baru bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk merefleksikan kembali makna literasi. Tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi juga membangun dan mendorong budaya literasi melalui kesadaran kritis dan karakter mulia yang meneladani keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. (YOYO)

DPN JWI GELAR RAPAT DAN DISKUSI SANTAI

"KAWAL TERUS LEGALITAS PT"

Harian umum Warta Daerah On line

Pengurus inti Jajaran Wartawan Indonesia menggelar diskusi santai di kediaman Wakil Ketua Umum untuk mematangkan arah strategis dan penguatan internal organisasi.

"Diskusi strategis yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPN Jajaran Wartawan Indonesia ( JWI). Jln. PULOMAS VIIA NO.19 KELURAHAN KAYU PUTIH, KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

Acara diskusi ini  dibuka dan dipandu langsung oleh Sekretaris Jenderal, Lindayani Ritonga, SE., MM. 

Hadir dalam acara pertemuan oleh Ketua Umum Ir. Maxmillian Apituley, MT., Ketua Harian Rahmad Liwan, Wakil Ketua Umum Netty Suryani, SH., dan Bendahara Umum Ulfah Nur. Turut hadir memperkuat pembahasan, Kepala Bidang OKK Yusuf Adtjeh serta Kepala Bidang Hukum Alex Nadeak.

Diskusi intensif ini berfokus pada empat agenda kerja utama, yaitu:

Kelengkapan Lima Bidang Organisasi: Melakukan peninjauan struktur dan pemenuhan kebutuhan personalia di lima bidang kerja utama demi memaksimalkan performa organisasi secara menyeluruh.

Operasional dan Fasilitas Kantor: Merumuskan standarisasi fasilitas penunjang serta sistem operasional sekretariat agar aktivitas kerja pengurus berjalan lebih efektif dan produktif.

Badan Hukum PT: Membahas aspek legalitas terkait pembentukan Perseroan Terbatas (PT) sebagai payung hukum resmi untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi.

Finalisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB): Merampungkan pembahasan anggaran secara detail guna memastikan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan terukur.

Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia, Ir. Maxmillian Apituley, MT., memberikan arahan strategis dan instruksi langsung kepada setiap bidang agar bergerak cepat dan taktis.

"Saya instruksikan kepada Kabid OKK untuk segera menuntaskan standardisasi kompetensi di lima bidang utama Kita harus diisi oleh figur yang siap bekerja keras secara tim,"Paparnya.

Dikatakan lagi," Untuk Kabid Hukum, kawal penuh legalitas badan hukum PT ini hingga tuntas demi kemandirian ekonomi organisasi kita," tegas Ir. Maxmillian.

Ia juga menambahkan pentingnya operasional kantor yang profesional di bawah koordinasi Ketua Harian dan Sekjend, serta meminta Bendahara Umum memfinalisasi RAB dengan prinsip efisiensi yang transparan. Ujarnya

"Didukung fasilitas kantor yang mumpuni serta manajemen anggaran yang akuntabel, saya optimis organisasi ini akan semakin solid dan berdampak nyata bagi seluruh anggota, pungkasnya.

Melalui konsolidasi ini, seluruh jajaran pimpinan berkomitmen penuh untuk membawa Jajaran Wartawan Indonesia menjadi wadah profesi yang semakin kuat, mandiri, dan berintegritas tutupnya.(WD/RED)

Sunday, 30 August 2026

RT 01/RW.01 KELURAHAN JATIWARNA KECAMATAN PONDOK MELATI, MERIAHKQN ACARA HUT RI KE 81 BERJALAN SUKSES.

Harian umum warta daerah, OnLine

Warga RT 01 RW 01, Kelurahan Jatiwarna Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, menggelar perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan penuh kemeriahan. Kendati berskala tingkat RT, kemasan acara yang berlangsung  suasana hangat khas pesta rakyat terasa tingkat Kelurahan. Sabtu,(29-08 2026.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonsia Raya yang diikuti oleh semua yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan Panggung Hiburan sebagai puncak acara. Tak kurang dari 1500 warga hadir memadati lokasi acara

​Ketua RT 01 /RW 01, Mutar menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar warga sebagai pondasi utama kemajuan lingkungan. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran panitia dan seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan acara.

Dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada tamu- tamu undangan di wilayah RT 01/RW01 kelurahan Jatiwarna Kecamatan pondok melati kota bekasi.

Dalam sambutanya Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bekasi bidang Hukum Nawang Andi Kusuma,SH, M.Kn mengucapakan terima kasih telah di undang di acara Dirgahayu RI ke 81, di tingkat Rt seperti rasa tingkat kelurahan.

Pertama kita panjatkan puji dan syukur kemerdekaan Republik indonesia ke 81 ini dengan jaman yang susah tetapi alhamdulillah di Rt 01/ Rw 01 semuanya bergembira semuanya bisa menikmati dengan susana bergembira dan hangat,"Ujarnya.

Nawang melihat di atas panggung Gembira ada tulisan (MBG) ternyata Melenial Bersama Gen z di kirain Makan Bergizi Gratis.

Tak luput," kita doakan pak Syarifudin wangsa semoga di berikan sehat. Aamiin.

Lanjut dikatakan ,Nawang mengatakan alhamdulillah saya dan Bang syarifudin wangsa membuat sanggar tari bernama LARASATI.

"Sanggar tersebut untuk melestarikan Budaya nasional kita.dan Bung karno juga telah mengajarkan kepada kita semuanya pernah di ucapkan yang namanya TRISAKTI Bung Karno yang pertama berkedaulatan dalam bidang politik. 

Yang kedua berdikari dalam bidang Ekonomi

Nawang juga memberikan hadiah seratus ribu kepada tamu undangan bilamana menjawab pertanyaan singkatan BERDIKARI.

Yang ketiga melestarikan budaya nasional kita, agar anak cucu kita bisa mengerti tentang budaya bisa di lestarikan di tengah era Globalisasi ini dan disini juga kita buat sanggar larasati. Tuturnya.

"Saya dan pak syarifudin wangsa berkomitmen mudah- mudahan sanggar larasati ini bisa berdiri dimasing-masing kecamatan dan kelurahan yang ada di kota bekasi agar anak cucu kita bisa mengenal budaya.

Dan juga 17 Agustus di RT01/RW 01 Kelurahan Jatiwarna ada tampilan Tari- tarian diantaranya tari ondel-ondel, tari semut dll termasuk fashion sow dan mudah- mudahan bisa di contoh oleh dari daerah- daerah lainya dan bisa menjadi kebanggan kota bekasi tutupnya Nawang. (YOYO)

Wednesday, 19 August 2026

SDN JATIBENING BARU IV, IKUT MEMERIAHKAN ACARA HUT RI KE-81 MERDEKA.

Harian umum warta daerah Online.

Dalam Rangka puncak memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Sekolah Dasar Negeri (SDN), Jatibening baru IV Kecamatan Pondok Gede menggelar acara upacara yang di selenggarakan langsung di halaman sekolah berlangsung hikmad. Dan dilanjutkan berbagai lomba yang berlangsung sejak Selasa (18/8/2026) sampai Rabu (19/8/2026).

Kepala SD Negeri Jatibening baru IV, Ngadimun S.Pd kepada warta daerah Rabu (19/8/2026) menyebutkan, lomba- lomba yaitu kelas I, II dan III ,IV dan V. Jenis lombanya adalah lomba gigit sendok, lomba isi paku dalam botol dan lomba lainnya.

Setelah upacara, dilanjutkan dengan lomba di hari selasa dan hari Rabunya baru di berikan pengumuman hasil lomba dan membagikan bingkisan kecil-kecilan kepada para juara.

Kepala Sekolah SDN Jatibening Baru IV, Ngadimun S.Pd saat pembukaan BOLA VOLLY memberikan pukulan pertama dalam pertandingan.


"Lomba untuk guru-guru diantaranya lomba bola VOLLY. dan lomba lainya dengan meriah acara HUT RI Ke 81 di selenggarakan di halaman Sekolah.

Bingkisan yang dibagi itu, menurut dia, sebagai bentuk apresiasi kepada anak-anak.

Lanjut di katakan ,"Ngadimun S.Pd, Bingkisan yang dibagikan kepada anak-anak itu merupakan sumbangan sukarela dari para guru di sekolahnya karena di dalam dana BOS tidak dianggarkan. Ujarnya. 

Ketua umum Teman Bang Yoyo ( TBY)," Saat memberikan Hadiah kepada pemenang yang mendapatkan Juara-Juara dalam lomba HUT RI ke-81 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatibening baru IV.


Hadir dalam acara lomba HUT RI Ke - 81. Ketua Komite SDN Jatibening Baru IV, Orang Tua murid SDN Jatibening Baru IV dan Ketum Teman Bang Yoyo (TBY) (Yoyo).

Monday, 17 August 2026




PWI BEKASI RAYA GELAR UPACARA HUT RI KE-81 PASUKAN NASIONALISME DAN KEBERSAMAAN.

Harian umum warta daerah online

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan khidmat di halaman Sekretariat PWI Bekasi Raya, Jalan Rawa Tembaga II No. 1, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (17/8/2026).


Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih diikuti jajaran pengurus dan anggota PWI Bekasi Raya. Momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga refleksi bagi insan pers mengenai makna kemerdekaan dan tanggung jawab menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui karya jurnalistik.

Usai upacara, suasana berubah penuh keakraban dan keceriaan. Berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan digelar, mulai dari lomba makan kerupuk, makan mi instan, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga karaoke lagu-lagu perjuangan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kebersamaan di antara pengurus dan anggota PWI Bekasi Raya.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., mengangkat pesan besar tentang pentingnya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur sebagai cita-cita kemerdekaan yang harus terus diperjuangkan.

“Selamat pagi dan selamat merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 untuk kita semua. Hari ini kita memperingati momen bersejarah ketika bangsa ini membebaskan diri dari belenggu penjajahan dan menyatakan diri berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka,” kata Ade.

Menurutnya, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan.

“Delapan puluh satu tahun berlalu, semangat para pahlawan dalam merebut kemerdekaan itu tidak boleh padam. Kita mewarisi amanah besar untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa,” ujarnya.

Ade menjelaskan, berdaulat berarti bangsa Indonesia memiliki kendali penuh atas nasib dan masa depannya sendiri, tanpa tunduk pada kepentingan yang dapat merugikan rakyat maupun pada kekuasaan yang dijalankan secara sewenang-wenang.

Sementara adil, menurutnya, berarti keadilan harus benar-benar hadir dan dirasakan seluruh rakyat tanpa membedakan asal-usul, kedudukan maupun latar belakang.

Sedangkan makmur harus diwujudkan melalui kesejahteraan dan kehidupan yang layak bagi seluruh masyarakat hingga ke pelosok negeri.

Pers Harus Mengisi Kemerdekaan dengan Kebenaran

Dalam konteks kehidupan pers, Ade menegaskan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab strategis dalam mengisi kemerdekaan. Kemerdekaan pers, menurutnya, merupakan bagian penting dari kehidupan negara demokratis sekaligus instrumen untuk menjaga kepentingan publik.

“Sebagai insan pers, kita memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita mulia ini. Kemerdekaan pers adalah bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan negara,” tegasnya.

Ia mengatakan, tugas wartawan tidak berhenti pada menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengawasi jalannya pemerintahan, pembangunan dan berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Menulis, memberitakan, dan mengawasi jalannya pemerintahan serta pembangunan adalah bentuk sumbangsih kita menjaga kedaulatan bangsa. Melalui tulisan yang jujur, berimbang, dan bertanggung jawab, kita tegakkan keadilan. Melalui liputan yang memotret potensi dan kesulitan rakyat, kita dorong terciptanya kemakmuran yang merata,” tandas Ade.

Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, independensi dan keberpihakan kepada kebenaran serta kepentingan masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai titik balik untuk semakin profesional, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran. Jaga persatuan, hindari perpecahan, dan teruslah berkarya membangun Bekasi serta Indonesia tercinta,” pesannya.

Ade menegaskan bahwa perjuangan generasi hari ini memang berbeda dengan perjuangan para pendiri bangsa. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga, maka insan pers hari ini memiliki medan perjuangan melalui pena, fakta, kebenaran dan karya jurnalistik yang bertanggung jawab.

Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan PWI Bekasi Raya kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan kebersamaan, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan antaranggota dalam bingkai nasionalisme.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka! (Yoyo)

Friday, 14 August 2026

KAPOLRES PUTU KHOLIS - PWI BEKASI RAYA PERKUAT SINERGI KAMTIBMAS, INFORMASI DAN SOSIAL.

Harian umum warta daerah online

Silaturahmi antara PWI Bekasi Raya dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana menjadi momentum memperkuat sinergi insan pers dan kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah, membangun keterbukaan informasi publik, serta menghadirkan kepedulian sosial bagi masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung PWI Bekasi Raya, Jumat (14/8/2026), tersebut diisi dialog antara Kapolres dengan jajaran pengurus dan anggota PWI Bekasi Raya.

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menegaskan hubungan pers dan kepolisian harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, profesional, serta saling menghormati fungsi dan kewenangan masing-masing.

Menurut Ade, pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan Kode Etik Jurnalistik. Sementara kepolisian memiliki peran penting memastikan informasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat dapat disampaikan secara cepat dan akurat.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini. PWI Bekasi Raya siap membangun sinergi positif dengan Polres Metro Bekasi Kota. Sinergi bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol pers, tetapi justru memperkuat komunikasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat dan berimbang,” ujar Ade.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana dalam sesi dialog dan tanya jawab bersama pengurus dan anggota PWI Bekasi Raya.

Patroli Diperkuat, Pokdar Kamtibmas Diaktifkan

Dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, Putu Kholis menegaskan salah satu langkah yang akan diperkuat adalah meningkatkan kegiatan patroli sekaligus mengoptimalkan keterlibatan kelompok masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurutnya, kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga keamanan Kota Bekasi yang memiliki dinamika masyarakat cukup kompleks. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Kapolres juga mendorong pengaktifan kembali kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini menjadi mitra kepolisian, termasuk Pokdar Kamtibmas.

“Patroli perlu kita tingkatkan. Kita juga akan mengaktifkan kembali kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini menjadi perpanjangan tangan kepolisian, termasuk Pokdar Kamtibmas,” ujar Putu Kholis.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Kapolres: Informasi ke Media Jangan Tersendat

Selain persoalan kamtibmas, keterbukaan informasi menjadi salah satu perhatian Kapolres Metro Bekasi Kota.

Putu Kholis meminta Wakapolres, para Kasat hingga jajaran Bhabinkamtibmas untuk lebih aktif menyalurkan informasi kepada masyarakat melalui media.

Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi kekosongan informasi yang berpotensi diisi informasi yang tidak jelas sumber maupun kebenarannya.

“Saya minta Waka, para Kasat dan Bhabinkamtibmas berperan aktif dalam menyalurkan informasi kepada media. Jangan sampai informasi tersendat, kemudian muncul informasi liar yang berkembang dan akhirnya dikonsumsi bulat-bulat oleh masyarakat,” tegasnya.

Putu Kholis menilai media memiliki posisi strategis sebagai salah satu kanal informasi yang dapat membantu kepolisian menyampaikan berbagai informasi dan penjelasan kepada masyarakat.

Karena itu, komunikasi antara jajaran kepolisian dengan wartawan perlu dibangun secara aktif, terbuka dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin yang menilai keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci membangun kepercayaan publik.

“Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Kalau informasi resmi terlambat, ruang kosongnya bisa diisi oleh informasi yang belum tentu benar. Karena itu, komunikasi antara Polri dan media harus semakin terbuka dan responsif,” kata Ade.

Ia menegaskan kemudahan akses informasi tidak berarti media kehilangan fungsi kritisnya. Sebaliknya, keterbukaan informasi dari kepolisian akan membantu wartawan melakukan verifikasi sehingga pemberitaan yang disajikan kepada masyarakat semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Binmas dan PWI Peduli Siap Kolaborasi

Silaturahmi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Kapolres Metro Bekasi Kota mendorong kolaborasi antara jajaran fungsi Binmas dengan PWI Peduli dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bentuk nyata kehadiran Polri dan insan pers di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan, penegakan hukum maupun pemberitaan, tetapi juga melalui aksi sosial.

Ade Muksin menyambut positif gagasan tersebut. Menurutnya, PWI Peduli memiliki semangat agar organisasi wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik dan organisasi profesi, tetapi juga memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi Binmas dengan PWI Peduli. Ini bisa menjadi kekuatan yang sangat baik. Ketika kepolisian dan insan pers bersama-sama hadir dalam kegiatan sosial kemanusiaan, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ungkap Ade.

Sinergi Tak Menghilangkan Independensi Pers

Ade menegaskan sinergi yang dibangun PWI Bekasi Raya dengan Polres Metro Bekasi Kota tetap berada dalam koridor profesionalisme dan independensi pers.

Menurutnya, kemitraan yang sehat justru harus mampu menempatkan masing-masing institusi sesuai fungsi dan kewenangannya.

“PWI tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Wartawan harus tetap kritis, independen dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik. Tetapi komunikasi yang baik dengan kepolisian akan membuat proses jurnalistik semakin kuat karena informasi yang diperoleh dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ade juga menyampaikan apresiasi kepada Kombes Pol. Putu Kholis Aryana yang membuka ruang komunikasi dengan PWI Bekasi Raya sejak awal kepemimpinannya di Kota Bekasi.

Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi dilanjutkan melalui kerja nyata dalam bidang informasi publik, kamtibmas maupun sosial kemanusiaan.

“Kami berharap ini menjadi awal komunikasi yang semakin intens. PWI Bekasi Raya siap bersinergi dalam hal-hal positif untuk kepentingan masyarakat, tanpa meninggalkan independensi dan marwah pers,” pungkas Ade.

Pertemuan tersebut sekaligus mempertegas tiga semangat kolaborasi, yakni memperkuat keamanan berbasis masyarakat melalui patroli dan Pokdar Kamtibmas, membangun keterbukaan informasi antara kepolisian dan media, serta mendorong kegiatan sosial kemanusiaan melalui kolaborasi Binmas dan PWI Peduli.

Satu sinergi, tiga manfaat: kamtibmas semakin kuat, informasi publik semakin sehat, dan kepedulian sosial semakin dekat dengan masyarakat. (Yoyo)