RAPAT DEWAN PIMPINAN NASIONAL (DPN) DAN DEWAN PIMPINAN PROVINSI (DPP), PARTAI AMANAT DEMOKRASI INDONESIA (PADI) BERJALAN SUKSES.
"Kapal itu Bernama PADI"
Harian Umum, Warta Daerah OnLine
Untuk kesekian kalinya Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) mengadakan rapat atau konsolidasi pengurus guna merapatkan barisan dalam upaya mempersiapkan PADI sebagai partai yang akan ikut mendaftarkan dirinya sebagai kontestan di pemilu tahun 2029. PADI terus menerus memenuhi segala kebutuhan sebagai syarat sebuah partai yang diakui oleh negara dan rakyat Indonesia, meskipun ada pilihan lain diantara menjadi peserta atau tidak menjadi peserta pemilu yang akan datang. Namun setidaknya Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) bisa menjadi alternatif dan beda dari partai-partai yang sudah ada yaitu perubahan bagi rakyat Indonesia dengan slogan "Padi tumbuh bersama - Padi maju bersama - Padi solusi untuk rakyat Indonesia".
Sebagian besar Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PADI, ada juga perwakilan dari beberapa Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) hadir dalam acara rapat tersebut di antaranya Ruslan Abdul Gani ketua DPP PADI Sumatera Barat, Ahmad Basir Karomi Ketua DPP Banten, Endah Rustanti ketua DPP Jawa Tengah, Nurlaila ketua DPP Aceh, Nova sekretaris DPP DKI Jakarta, Jendral TNI (Purn) Afianto ketua DPP Yogyakarta, Subani Suryo Admojo ketua DPP Jawa Timur dan Eko Juni Kamtono ketua DPP Jawa Barat.
Sebelum acara di mulai para peserta saling bercengkrama bertukar pandangan, memberi saran, masukan dan pendapat yang dilanjutkan dengan santap siang bersama. Tepat jam 13.00 WIB acara dibuka yang didahului dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
BRIGJEN TNI (PURN) AMRIZAR Wakil Presiden PADI, yang memberikan pemaparan perjalanan awal berdirinya Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI), yang banyak mengalami pasang surutnya PADI dalam proses memasuki tahun ke dua berdirinya partai tersebut. Imbuhnya.
DR DRS. SAYID FADHIL,SH.,M.HUM Sekertaris Jenderal (Sekjend) Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI),menjelaskan apa yang akan dipersiapkan dan dilakukan oleh PADI untuk langkah kedepan nya, selaku Sekjend ia mengatakan juga akan terus mengatur perputaran roda Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) menuju dan menjadikan PADI sebagai partai yang beda dari partai-partai yang sudah ada serta bisa ikut dalam kancah pemilu nanti, karena PADI sudah ada di 38 provinsi, namun perhatian khusus ditujukan di tiga provinsi yang ada yaitu Sulawesi Utara, Bali dan Bengkulu, karena dari ketiga nya masih terjadi bongkar pasang pengurus,"paparnya.
Ditengah acara ada tamu khusus yang juga langsung diminta sambutannya yaitu Aznur Syamsu ketua umum Partai Umat. Aznur Syamsu, memberikan pandangan nya kepada Partai PADI untuk terus berjuang dan mempertahankan komitmen nya agar PADI menjadi partai besar." Pungkasnya.
Di katakan,"Aznur Belajar dari pengalaman partainya yaitu partai Umat PADI harus bisa mengejar dan memenuhi semua kebutuhan yang menjadi dasar berdirinya dan diakuinya partai sebagai kontestan peserta pemilu.
Dalam sambutannya,"Presiden Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI), MAYJEND TNI (PURN) BURLIAN SJAFE'I memberikan ketegasan bahwa PADI tidak serta merta berdiri dengan bantuan dari seseorang yang disebut bohir, karena bohir itu sendiri adalah semua pengurus dari UANG paling atas hingga yang paling bawah di dalam partai serta anggota partai dan ditambah lagi oleh simpatisan yang sudah mulai ada mengiringi perkembangan? PADI ,"Tegasnya.
Rapat ini diadakan atau diselenggarakan pada Minggu (28/06) berlokasi di Wakayapa Syariah Residence Islamic Village Kelapa Dua Tangerang, yang sehari sebelumnya lokasi tersebut dijadikan sebagai tempat mempersiapkan kebutuhan materi sebagai bahan rapat konsolidasi dan beristirahat oleh panitia penyelenggara yang juga terdiri dari beberapa Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PADI rapat ini dihadiri oleh 66 peserta.
Lanjut dikatakan," Sekertaris Jenderal ( Sekjend) Partai Padi DR. DRS. SAYID FADIL.SH.,M.HUM Acara atau rapat konsolidasi ini akan terus dilakukan oleh pengurus Dewan Pimpinan Nasional Partai Amanat Demokrasi Indonesia (DPN-PADI) dengan melihat semakin dekatnya waktu menuju pemilu 2029. Di dua tahun ini PADI terus bergerak, tahap demi tahap dilalui dan akan diselesaikan segala persyaratan sebagai bentuk komitmen dari PADI untuk bisa diakui dan dikenal oleh lapisan masyarakat atau rakyat Indonesia,"Tandasnya.
"Sudah pasti tidak akan ada yang sempurna, begitu pun PADI yang baru tumbuh layaknya perumpamaan, yang sedang dilakukan oleh para petani, ia akan memilih bibit-bibit unggul dari PADI untuk ditanam agar menghasilkan panen yang baik. Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) lahir dari keyakinan dan persamaan visi juga misi yang ingin merubah keadaan yang terjadi saat ini,"imbuhnya.
Wakil Presiden BRIGJEN TNI (PURN) AMRIZAR, menambahkan bahwa Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) ini diibaratkan sebuah kapal yang awalnya banyak penumpang yang ikut didalam nya, seiring perjalanannya badai menerpa dan tentunya tidak ada yang mulus perjalanan itu, semua berproses dan proses inilah yang kelak akan melahirkan kader-kader yang berkarakter setelah di tempa oleh bermacam badai, sehingga Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) bisa menjadi kendaraan untuk tujuan perubahan, sehingga PADI kelak bisa menjadi partai alternatif untuk dipilih oleh rakyat Indonesia,"Tutupnya. ( YOYO/SIMON )







No comments:
Post a Comment