Sunday, 27 September 2026

RAPAT PERDANA TEMEN BANG YOYO (TBY), BERJALAN DENGAN HIKMAD.

Harian Umum Warta Daerah On Line

Rapat perdana Temen Bang Yoyo (TBY) yang  di selenggarakan acara tersebut berlangsung dengan hikmad.

"Tujuan dari rapat ini untuk menjalin silahturahmi dan mengutamakan kebersamaan di Grub Temen Bang Yoyo (TBY).

Sebagaimana yang harus di dukung bila ada temuan- temuan sebagai contoh bila mana ada anak balita yang terkena stanting atau busung lapar wajib kita bantu melaporkannya kita wajib merangkul dinas terkait ujarnya," Ketum TBY Yoyo Suharyono.

Di tambahkan lagi,"ketum TBY Yoyo Suharyono rapat hari ini (Minggu 27 September 2026 ). merupakan rapat perdana Tim TBY yang di adakan alamat di SAUCIKO Jalan Cikunir Raya Rt.002/Rw 02 Jaka mulya Kecamatan Bekasi Selatan berjalan sukses.

Acara di lanjutkan dengan makan bersama dan  Ramah tamah dan masukan-masukan oleh Rekan- Rekan Tim TBY apa pun yang di lasanakan. Rapat ini yang datang berapa orang, rapat perdana harus lah terselanggara pungkasnya. (YOYO)

Thursday, 24 September 2026

PENILAIAN ANUGERAH GAPURA SRI BADUGA, RW 14 PEKAYON TUNJUKAN INOVASI PEMANFAATAN LAHAN DAN KEKOMPAKAN WARGA.

Harian umum warta daerah online

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi serta Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka verifikasi Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga, Rabu (23/9/2025), di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi lapangan untuk melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipresentasikan oleh wilayah peserta. Dalam kunjungan ini, tim penilai melihat berbagai potensi masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, ketahanan pangan, pemanfaatan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga kekompakan warga dalam membangun lingkungan.

Di Kelurahan Pekayon, tim penilai mengunjungi sejumlah UMKM hasil kreativitas masyarakat yang telah menghasilkan berbagai produk, di antaranya batik, kaos dengan motif hasil jahitan, aksesoris, hingga produk tas berbahan rotan.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek Hargono juga mendorong agar potensi pelaku UMKM di tingkat kelurahan dapat terus dikembangkan. Bersama lurah dan camat setempat, masyarakat diajak untuk mengidentifikasi dan mengajak para pelaku usaha yang memiliki potensi agar dapat mendaftarkan produknya sebagai binaan Dekranasda Kota Bekasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan sekaligus memperluas pengembangan produk kerajinan dan usaha kreatif masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke salah satu posko RW yang turut dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Di lokasi tersebut terdapat sebanyak 57 tanaman, yang terdiri dari tanaman konsumsi dan tanaman obat.

Semangat ketahanan pangan juga diterapkan melalui gerakan di lingkungan RW 14 yang mendorong setiap rumah warga untuk menanam sedikitnya lima tanaman. Selain untuk memperindah lingkungan, gerakan tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki sumber pangan dan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dari lingkungan rumah masing-masing.

KWT di wilayah tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan Pandan Wangi dalam menyuplai hasil tanaman, baik tanaman konsumsi maupun tanaman obat yang dihasilkan oleh masyarakat.

Selanjutnya, tim penilai mengunjungi salah satu rumah percontohan rumah sehat yang menerapkan pemanfaatan lingkungan secara produktif. Sampah organik diolah menjadi eco-enzyme, sementara lahan di sekitar rumah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman.

Beragam tanaman telah berhasil dibudidayakan dan beberapa di antaranya telah berulang kali dipanen, seperti mangga, pisang, jeruk bali, duku, kacang panjang, terong, pare, serta berbagai jenis rempah-rempah. Pemilik rumah juga memanfaatkan area yang tersedia untuk memelihara ikan lele yang sebagian hasilnya dikonsumsi sendiri.

Kunjungan juga melihat kekompakan warga RW 14 dalam menciptakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan bersama. Salah satunya dengan memanfaatkan area gang sebagai perpustakaan warga yang dibuka setiap hari dan menjadi tempat berkumpul masyarakat.

Lingkungan tersebut juga dipercantik dengan mural yang dibuat oleh warga pada dinding-dinding sekitar. Kreativitas warga, termasuk para bapak-bapak dan hansip, turut terlihat dalam membuat serta mempercantik fasilitas lingkungan melalui pemanfaatan barang-barang bekas.

Keterampilan tersebut kemudian turut dibagikan kepada para ibu sebagai salah satu upaya mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai.

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kekompakan masyarakat Kelurahan Pekayon, khususnya warga RW 14 yang mampu mengembangkan berbagai kegiatan secara bersama-sama.

"Yang menarik dari Pekayon adalah bagaimana warga bisa bergerak bersama. Tidak hanya menanam tanaman konsumsi dan tanaman obat, tetapi juga memanfaatkan lahan yang ada, mengelola lingkungan, membuat ruang untuk berkumpul, sampai mengembangkan kreativitas dari barang-barang yang sudah tidak terpakai,” ujar Wiwiek.

Menurut Wiwiek, kekompakan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan memiliki nilai ekonomi.

"Ketika warga kompak, hal-hal sederhana bisa menjadi sesuatu yang memberikan manfaat besar. Lima tanaman dari setiap rumah kalau dilakukan bersama-sama tentu bisa menjadi kekuatan untuk ketahanan pangan lingkungan. Begitu juga dengan UMKM dan kreativitas warga, tinggal bagaimana kita terus dampingi dan membuka akses agar potensinya bisa berkembang,” tambahnya.

Wiwiek juga mendorong agar berbagai potensi UMKM yang ditemukan dalam kunjungan tersebut dapat terus didata dan dikembangkan sehingga memiliki kesempatan menjadi bagian dari binaan Dekranasda Kota Bekasi. (Yoyo)

DARI LIMBAH JADI MANFAAT, WARGA BEKASI BARAT CIPTAKAN BERAGAM INOVASI BERNILAI EKONOMI.

Harian umum warta daerah online


Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi serta Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga, Rabu, 23 September 2025, di wilayah Kecamatan Bekasi Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan terhadap berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipaparkan dalam tahapan presentasi. Melalui kunjungan ini, tim penilai melihat secara langsung implementasi berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan ruang, pengelolaan lingkungan, serta pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah area ruang kosong di lingkungan kelurahan yang dimanfaatkan untuk penanaman berbagai bibit tanaman melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya masyarakat dalam mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus mendukung penghijauan dan ketahanan pangan di lingkungan.

Tim kemudian melihat kegiatan pengolahan eco-enzyme berbahan dasar limbah organik. Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari sabun, kerajinan, hingga produk yang digunakan untuk kebutuhan kecantikan seperti lotion dan parfum. Bahkan, eco-enzyme juga dikembangkan untuk kebutuhan kesehatan dan terapi, salah satunya melalui pemanfaatannya sebagai bahan pada bantal terapi.

Kunjungan berlanjut ke lokasi budidaya ikan nila milik warga yang memanfaatkan area sederhana di lingkungan rumah. Budidaya tersebut telah berkembang dan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat, dengan hasil produksi sekitar 15 kilogram ikan setiap bulan yang dipasarkan kepada warga sekitar.

Inovasi pengelolaan lingkungan juga terlihat dalam pemanfaatan limbah cair dari industri tempe. Bekerja sama dengan Universitas Pertamina, masyarakat mengolah limbah cair industri tempe menjadi gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh warga. Saat ini, pemanfaatan tersebut telah digunakan oleh sekitar empat kepala keluarga dan menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain dimanfaatkan sebagai sumber energi, hasil pengolahan limbah tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan pupuk cair untuk mendukung kegiatan perkebunan masyarakat. Di lokasi yang sama, tim penilai juga melihat budidaya ikan lele yang turut dikembangkan warga dengan hasil panen mencapai sekitar 50 kilogram.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di tempat tersebut, tim melihat berbagai kreativitas para guru dalam memanfaatkan bahan bekas menjadi dekorasi ruang kelas. Salah satunya berupa dekorasi berbentuk pohon yang menjuntai dan dibuat dari material bekas, sekaligus berbagai hasil kerajinan lainnya.


Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kreativitas dan inisiatif masyarakat dalam mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat.

“Yang kami lihat hari ini bukan hanya bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang yang ada, tetapi juga bagaimana limbah dan barang yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ada yang menjadi produk rumah tangga, produk kecantikan, pupuk, sumber energi, bahkan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dari lingkungan paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan limbah, menurut Wiwiek, juga dapat berjalan beriringan dengan peningkatan nilai ekonomi apabila dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan.

"Harapannya, inovasi seperti ini tidak berhenti sebagai sebuah program atau perlombaan saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi kebiasaan masyarakat. Ketika lingkungan lebih terkelola, limbah bisa dimanfaatkan, dan masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi, tentu manfaatnya menjadi lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan verifikasi lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga ini menjadi kesempatan bagi tim penilai untuk melihat secara langsung keberlanjutan berbagai inovasi yang telah dipaparkan sebelumnya, sekaligus menggali potensi pengembangan program di tengah masyarakat.

Melalui berbagai praktik tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk menjaga kebersihan dan lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan siklus pemanfaatan kembali sumber daya yang dapat memberikan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara bersamaan. (Yoyo)

KETUA RW DUKUNG WALI KOTA BEKASI, BERKANTOR DI LINGKUNGAN WARGA DAN MEMINTA DINAS IKUT HADIR.

Harian umum warta daerah online

Ketua RW Dukung Wali Kota Bekasi Berkantor di Lingkungan Warga, Minta Dinas Ikut Hadir.

Banjir Dukungan Rencana Walikota Ngantor di RW, Ketua RW: Ini Moment yang Harus Dimanfaatkan.

Rencana Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berkantor di setiap Rukun Warga (RW) mulai Januari 2027 mendapat dukungan dari sejumlah ketua RW. Mereka menilai langkah tersebut dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus membuka peluang percepatan penanganan persoalan di lingkungan.

Dukungan itu disertai sejumlah masukan terkait kesiapan pelaksanaan, mulai dari kepastian jadwal kunjungan, fasilitas tempat berkantor, hingga keterlibatan perangkat daerah agar aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara langsung.

Ketua RW 01 Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Wage Tirta, yang juga menjabat sebagai Ketua FKRW Bekasi Jaya, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kepastian jadwal menjadi salah satu hal penting agar pengurus RW dan masyarakat dapat mempersiapkan diri.

“Program ini sangat bagus. InsyaAllah kalau jadwalnya jelas tentu masyarakat kita bisa hadirkan untuk curhat langsung ke pak wali terkai dengan persoalan di wilayah,” ujar Wage.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi fasilitas di setiap RW berbeda, Menurutnya, sejumlah RW ada yang belum memiliki kantor RW sehingga perlu disiapkan alternatif lokasi yang layak agar agenda berkantor dapat berlangsung dengan nyaman dan tidak terkendala keterbatasan fasilitas.

Dukungan serupa disampaikan Ketua RW 13 Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Agustiono. Ia menyambut baik rencana Wali Kota berkantor, bahkan menginap di lingkungan RW, karena dinilai dapat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Tidak semua warga punya waktu dan kesempatan untuk datang ke Balai Kota menyampaikan persoalan. Karena itu, ketika Pak Wali Kota datang ke lingkungan kami, masyarakat punya ruang lebih dekat untuk menyampaikan kebutuhan mereka. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan agar suara warga lebih mudah didengar.” ungkap Agustiono.

Ia berharap pertemuan langsung tersebut juga dapat membantu pengurus RW menyampaikan kebutuhan prioritas wilayah, termasuk dalam pelaksanaan program Lingkar Keren agar semakin sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Herry Mukti, mendorong agar agenda berkantor di RW turut melibatkan perangkat daerah terkait. Menurutnya, kehadiran dinas dapat membantu memperjelas penanganan persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas instansi.

“Kami berharap beberapa perangkat daerah ikut mendampingi agar pelayanan kepada masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti. Dinas terkait juga dapat melihat kondisi di lapangan, misalnya untuk pelayanan administrasi maupun perbaikan wilayah,” kata Herry.

"Kalau ada persoalan yang belum bisa diselesaikan saat kunjungan, setidaknya warga mendapat penjelasan mengenai proses, pihak yang menangani, dan perkembangan penyelesaiannya.” tambahnya.

Ia menilai koordinasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai proses dan waktu penyelesaian layanan, sehingga pengurus RW tidak dibebani ekspektasi yang berada di luar kewenangannya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebelumnya menyampaikan rencana berkantor di RW mulai Januari 2027. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung berbagai persoalan di tingkat lingkungan.

Kehadiran Wali Kota di lingkungan warga juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana dana Rp100 juta per RW dalam program Lingkar Keren dimanfaatkan. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui apakah kegiatan yang dipilih sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau masih ada persoalan penting yang perlu mendapat perhatian. (Yoyo)

Wednesday, 23 September 2026

WAWALI HARRIS BOBIHOE BORONG PRODUK UMKM, HASIL TANGAN TERAMPIL EMAK-EMAK.

Harian umum warta daerah online


KOTABEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe berikan apresiasi kepada produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hasil dari para emak-emak.

Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe memborong sejumlah produk UMKM dalam kesempatan dikegiatan Gerakan Ekonomi UMKM Gabungan Oerganisasi Wanita Kota Bekasi yang berlangsung di Taman Kota Alun- Alun M Hasibuan Bekasi Selatan.


“Bentuk apresiasi kepada emak-emak kita. Produk kuliner maupun kerajinannya patut kita acungi jempol. Membeli berarti mendorong perekonomian masyarakat kita,” ucap Pria berdarah Gorontalo itu

Produk UMKM yang dipamerkan, kata Bobihoe, tidak kalah dengan produk yang ada di swalayan maupun restoran.

“UMKM produknya tidak kalah dengan yang ada di swalayan maupun restoran, berbagai macam, kuliner hingga kerajinan tangan ada disini,” katanya sembari memilih dan menenteng produk UMKM

Ia juga mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong kreativitas UMKM untuk semakin mengembangkan produk dan pasarnya.

“Pemerintah daerah, tentunya terus mendorong produk lokal kita bisa mendunia,di minati oleh bangsa-bangsa lain, dari segi kualitas produk kita mampu untuk go internasional, tentu kita sangat optimis,”tutup Wawali Abdul Harris Bobihoe. (Yoyo)

TRI ADHIANTO AJAK DUNIA USAHA, BERI RUANG BAGI PEKERJA DISABILITAS DI SEKTOR FORMAL.

Harian umum warta daerah online

Tri Adhianto Ajak Dunia Usaha Beri Ruang bagi Pekerja Disabilitas di Sektor Formal

Wali Kota Bekasi Dorong Dunia Usaha Buka Kesempatan Kerja bagi Disabilitas, MI-Caf 13% Jadi Inspirasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendorong dunia usaha di Kota Bekasi untuk semakin membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, termasuk di sektor formal. Menurutnya, keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan kemampuan, dan meraih kemandirian ekonomi.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan apresiasi kepada MI-Caf 13%, sebuah usaha kuliner yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja, mengembangkan keterampilan, sekaligus membangun kepercayaan diri.

Kehadiran MI-Caf 13% menunjukkan bahwa kesempatan yang tepat dapat membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi secara nyata. Melalui aktivitas usaha, mereka mendapatkan pengalaman kerja, belajar melayani pelanggan, dan mengasah kemampuan yang dapat menjadi bekal untuk menapaki dunia kerja yang lebih luas.

Salah satu sosok inspiratif di balik usaha tersebut adalah Dika, penyandang disabilitas berusia 21 tahun yang mendapat dukungan penuh dari orang tuanya untuk mengembangkan potensi diri. Dika kemudian berani membuka usaha kuliner sekaligus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas lainnya untuk bekerja dan berkarya bersama.

Tri Adhianto mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai contoh bahwa lingkungan yang memberikan kesempatan dapat membantu penyandang disabilitas tumbuh lebih mandiri.

Menurutnya, semangat inklusivitas perlu diperluas agar kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada usaha mandiri dan UMKM, tetapi juga terbuka di perusahaan, industri, perkantoran, serta berbagai sektor formal lainnya.

“Penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang bisa dikembangkan. Saya mendorong dunia usaha di Kota Bekasi untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka agar bisa bekerja di sektor formal. Berikan ruang, kesempatan, dan lingkungan kerja yang mendukung, sehingga mereka dapat menunjukkan kemampuan serta berkontribusi secara mandiri,” ujar Tri.

Ia menilai, perluasan kesempatan kerja tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga komunitas disabilitas. Dunia usaha diharapkan dapat melihat calon pekerja berdasarkan kemampuan, keterampilan, dan kesesuaian dengan kebutuhan pekerjaan, sekaligus menyiapkan lingkungan kerja yang aksesibel.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengembangan UMKM. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendataan UMKM disabilitas agar mereka dapat tergabung dalam keanggotaan dan memperoleh akses terhadap berbagai program pengembangan usaha.

Pemkot Bekasi juga menyediakan ruang pemasaran melalui kegiatan “Selasa Ceria”, yang memberikan kesempatan bagi pelaku usaha disabilitas untuk berjualan secara bergantian. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.

Di bidang pendidikan dan pengembangan potensi, Pemkot Bekasi turut mendorong perluasan akses pendidikan yang ramah disabilitas, termasuk gagasan menghadirkan sekolah disabilitas di setiap kecamatan. Pembinaan bakat juga dilakukan melalui dukungan terhadap atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).

Pemkot Bekasi juga menyiapkan pusat pelatihan berjenjang sejak dini bagi penyandang disabilitas yang memiliki bakat dan potensi khusus. Dalam bidang olahraga, atlet disabilitas yang berhasil meraih medali emas diberikan penghargaan berupa bonus sebesar Rp30 juta sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berharap ekosistem yang inklusif dapat terus berkembang. Kesempatan memperoleh pendidikan, pelatihan, pekerjaan, dan berusaha diharapkan semakin terbuka sehingga penyandang disabilitas dapat menentukan masa depannya secara mandiri.

MI-Caf 13% menjadi salah satu contoh bahwa ketika kesempatan diberikan, penyandang disabilitas dapat mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Yoyo)

Tuesday, 22 September 2026

DLH KOTA BEKASI LAKUKAN PENGAWASAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH USAHA RESTORAN.

Harian umum warta daerah online

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melakukan pemeriksaan lapangan terhadap salah satu kegiatan usaha restoran/rumah makan sebagai tindak lanjut informasi dan aduan yang disampaikan melalui media online.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kegiatan usaha, khususnya terkait pengelolaan air limbah domestik serta pemenuhan aspek administrasi lingkungan, tidak hanya itu saja DLH Kota Bekasi juga melakukan pengambilan sampling air permukaan yang berada di sungai Kali Abang 2 Perwira Sari, Kecamatan Bekasi Utara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, DLH memberikan sejumlah arahan kepada pihak pengelola usaha terkait upaya pengelolaan air limbah agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk sarana pengolahan dan pemenuhan baku mutu.

Selanjutnya, DLH Kota Bekasi akan melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut. Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan usaha tetap memperhatikan ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

DLH Kota Bekasi terus mendorong pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan serta menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi kegiatan. (Yoyo)

WALIKOTA BEKASI TURUT RESMIKAN GEDUNG B RS SILOAM SENTOSA, PENGUATAN AKSES LAYANAN KESEHATAN MODERN.

Harian umum warta daerah online


RS Siloam Sentosa Hadirkan Layanan SWL dan Laparoskopi, Wali Kota Bekasi: Apresiasi Teknologi Medis Yang Semakin Maju

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut meresmikan Gedung B RS Siloam Sentosa di Bekasi Timur, Selasa (22/9/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas dan layanan kesehatan di Kota Bekasi, sekaligus pengenalan sejumlah metode penanganan medis dengan teknologi modern.

Momentum peresmian ini turut hadir Caroline Rady selaku CEO dan Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Hadi Prabowo, Camat Bekasi Timur Arie Halimatussadiyyah, serta jajaran lurah di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.

Salah satu layanan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah SWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Metode ini merupakan prosedur non-bedah yang menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh untuk membantu memecah batu ginjal atau batu saluran kemih.

Selain SWL, RS Siloam Sentosa juga memperkenalkan layanan laparoskopi. Prosedur ini merupakan tindakan bedah minimal invasif dengan sayatan yang lebih kecil untuk membantu pemeriksaan, diagnosis, maupun penanganan gangguan pada organ di dalam rongga perut atau panggul.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasi atas pengembangan fasilitas kesehatan tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan dengan teknologi medis yang semakin berkembang dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Bekasi tentu menyambut baik pengembangan fasilitas dan layanan kesehatan seperti ini. Kehadiran teknologi medis yang semakin maju diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Tri.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan terus diperkuat, sehingga pelayanan kesehatan di Kota Bekasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, aman, dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, sinergi dengan rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan menjadi hal yang penting,” katanya.

Sementara itu, Caroline Rady mengatakan pengembangan fasilitas dan layanan di RS Siloam Sentosa merupakan bagian dari komitmen Siloam Hospitals Group untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

“Kami ingin terus menghadirkan layanan kesehatan yang didukung teknologi dan tenaga medis yang kompeten, sehingga masyarakat dapat memperoleh pilihan pelayanan yang semakin lengkap,” ujar Caroline.

Pengembangan fasilitas di RS Siloam Sentosa diharapkan dapat semakin memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas di Kota Bekasi, khususnya bagi warga di wilayah Bekasi Timur dan sekitarnya. 

Dengan dukungan fasilitas, teknologi medis, serta tenaga kesehatan yang kompeten, kehadiran Gedung B dan layanan seperti SWL serta laparoskopi diharapkan dapat memberikan pilihan penanganan yang lebih beragam sesuai kebutuhan pasien. (Yoyo)

DAPAT HIBAH ASET RAMPASAN NEGARA RP 3,65 MILIAR, PEMKOT BEKASI SIAPKAN FOLDER PENGEDALIAN BANJIR.

Harian umum warta daerah online 


KPK Pastikan Barang Rampasan Kembali ke Masyarakat, 7 Aset Tanah Dihibahkan ke Pemkot Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi menerima hibah barang rampasan negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia berupa tujuh bidang tanah yang berada di Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Aset tersebut dipindah tangankan kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk dimanfaatkan kembali bagi kepentingan masyarakat.

Serah terima hibah dihadiri Direktur Labuksi KPK RI, Mungki Hadipradikto, beserta jajaran KPK dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tujuh bidang tanah tersebut memiliki luas keseluruhan 1.452 meter persegi, dengan nilai mencapai Rp3,65 miliar.

Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, menyambut baik penyerahan aset tersebut. Menurutnya, hibah ini menjadi tambahan aset bagi Pemerintah Kota Bekasi sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap bidang tanah yang kini dapat dimanfaatkan Pemerintah.

“Ini seperti mendapatkan rezeki nomplok. Ada tujuh sertifikasi aset dengan nilai sekitar Rp3,6 miliar yang hari ini bisa kita terima dan manfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Tri.

Tri mengatakan, penambahan aset tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam melakukan penataan dan sertifikasi aset daerah secara cepat, terukur, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, persoalan aset dan pertanahan harus ditangani secara cermat karena berkaitan erat dengan aspek hukum. Setiap aset pemerintah harus memiliki status kepemilikan dan administrasi yang jelas.

“Ini tidak lagi menjadi beban pemerintah terkait tanah-tanah yang belum tersertifikasi. Kita harus menyelesaikannya dengan cepat dan terukur sesuai ketentuan, karena kalau sudah berbicara pertanahan, tentu berkaitan juga dengan aspek hukum,” katanya.

Sebagai langkah pengamanan aset, Pemerintah Kota Bekasi juga akan memasang plang penanda kepemilikan pada tujuh bidang tanah tersebut. Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa aset tersebut telah menjadi bagian dari aset Pemerintah Kota Bekasi.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan bahwa aset tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan menyiapkan lokasi sebagai polder air dalam rangka memperkuat upaya pengendalian banjir di wilayah Jatiasih.

“Kalau untuk polder, tinggal kita gali dan kita manfaatkan. Ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya pengendalian banjir di wilayah Kota Bekasi,” jelasnya.

Tri menilai pemanfaatan barang rampasan negara untuk kepentingan publik merupakan bentuk nyata dari pengembalian manfaat aset negara kepada masyarakat. Aset yang sebelumnya menjadi bagian dari perkara hukum kini dapat difungsikan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Labuksi KPK RI, Mungki Hadipradikto, mengatakan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya berorientasi pada pemberian hukuman terhadap pelaku, tetapi juga memastikan barang rampasan negara dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Upaya KPK bukan hanya menghukum pelaku. Perkara ini juga harus bisa kembali memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satunya melalui penyerahan barang rampasan negara untuk dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,” ujar Mungki.

Ia menjelaskan, melalui proses pemindahtanganan dan hibah tersebut, barang rampasan negara dapat kembali memiliki fungsi sosial dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, pihak KPK juga mendorong agar proses administrasi pertanahan dapat segera ditindaklanjuti. KPK berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar proses balik nama dan administrasi kepemilikan tujuh bidang tanah tersebut dapat segera diselesaikan.

Langkah tersebut dinilai penting agar aset yang telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Bekasi memiliki kepastian administrasi dan dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Kita mendorong kepada BPN agar proses balik nama ini bisa segera dilakukan, sehingga aset yang sudah diserahkan ini dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Mungki.

Mungkin juga mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Bekasi yang akan memanfaatkan aset tersebut untuk kebutuhan publik, termasuk sebagai bagian dari pembangunan polder air.

“Ini merupakan salah satu bentuk bagaimana barang rampasan negara dapat dikembalikan menjadi aset negara yang kemudian difungsikan kembali untuk masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan polder air yang diharapkan menjadi langkah strategis dalam pengendalian banjir,” katanya.

Dengan diterimanya hibah tersebut, Pemerintah Kota Bekasi selanjutnya akan melakukan penataan, pengamanan, serta pemanfaatan terhadap tujuh bidang tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemanfaatan aset diarahkan agar tidak hanya memberikan kepastian hukum dan nilai tambah bagi pemerintah daerah, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penanganan persoalan banjir di Kota Bekasi. (Yoyo)

Sunday, 13 September 2026

GELAR PERDANA LOMBA PIDATO SOEKARNO DI LAPANGAN PCB KOTA BEKASI, "RIBUAN PENONTON ANTUSIAS JADI HIBURAN BARU"

Harian Umum,Warta daerah Online

Dalama Acara Lomba Pidato Soekarno yang di laksanakan Nawang Center ini.Ada yang berbeda di malam Minggu kawasan Lapangan Patriot Chandrabhaga (PCB) Kota Bekasi, Sabtu (12/9) malam. Di tengah ramainya warga yang menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati suasana akhir pekan, hadir sebuah hiburan yang terbilang unik, yakni lomba pidato Soekarno.

Kegiatan yang digelar di kawasan Lapangan PCB, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, itu langsung menarik perhatian warga. Puluhan masyarakat tampak berkumpul untuk menyaksikan peserta membawakan pidato dengan gaya dan semangat yang terinspirasi dari Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Suasana pun menjadi berbeda. Jika malam Minggu biasanya identik dengan hiburan musik, kuliner atau sekadar berkumpul bersama teman dan keluarga, kali ini masyarakat mendapatkan tontonan sekaligus hiburan yang mengedepankan keberanian berbicara di depan publik.

Yang menarik, kegiatan tersebut bukan sekadar lomba yang digelar satu kali. Lomba pidato Soekarno ini direncanakan menjadi agenda rutin setiap malam Minggu di Lapangan PCB Kota Bekasi.

Konsepnya pun dibuat sederhana dan terbuka. Masyarakat umum yang ingin mencoba kemampuan berpidato dapat langsung mengikuti perlombaan tanpa dikenakan biaya pendaftaran.

Peserta cukup datang ke lokasi dan mendaftarkan diri. Selain mendapatkan pengalaman tampil di hadapan masyarakat, peserta juga berkesempatan memperebutkan hadiah uang tunai hingga ratusan ribu rupiah.

Kehadiran kegiatan ini menjadi warna baru bagi ruang publik Kota Bekasi. Lapangan PCB yang selama ini menjadi salah satu tempat masyarakat beraktivitas, berolahraga dan menikmati akhir pekan, kini juga menghadirkan ruang bagi mereka yang ingin mengasah kemampuan berbicara.

Ketua Nawang Center, Nawang Andi Kusuma, yang juga berprofesi sebagai notaris, mengatakan lomba pidato Soekarno sengaja dikemas dengan konsep yang berbeda agar masyarakat memiliki alternatif kegiatan positif pada malam Minggu.

Menurut Nawang, pidato Soekarno selama ini lebih sering muncul dalam berbagai perlombaan pada momentum tertentu. Karena itu, pihaknya mencoba menghadirkan konsep yang lebih rutin sehingga masyarakat dapat menikmati sekaligus ikut berpartisipasi.

“Ini menjadi warna baru. Biasanya lomba pidato Soekarno dilaksanakan pada momentum atau hari tertentu. Kami mencoba membuatnya menjadi kegiatan rutin setiap malam Minggu, sehingga masyarakat bisa datang, ikut berpartisipasi, dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Nawang.

Ia menegaskan, lomba tersebut tidak ditujukan hanya bagi kalangan tertentu. Siapa pun yang memiliki keberanian untuk tampil dan kemampuan menyampaikan pidato dipersilakan mengikuti kegiatan tersebut.

Tidak harus seorang profesional, pelajar, tokoh masyarakat ataupun orang yang sudah terbiasa berbicara di depan umum. Masyarakat biasa pun memiliki kesempatan yang sama untuk naik dan menunjukkan kemampuannya.

Pada pelaksanaan perdana, antusiasme masyarakat cukup terlihat. Bahkan, sejumlah warga yang menyaksikan kegiatan tersebut langsung tertarik untuk ikut mendaftarkan diri pada pelaksanaan berikutnya.

Bagi penonton, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya datang untuk melihat perlombaan, tetapi dapat menikmati hiburan yang sekaligus membawa pesan sejarah dan semangat kebangsaan.

Konsep tersebut membuat lomba pidato Soekarno memiliki daya tarik tersendiri. Peserta ditantang untuk tampil percaya diri, mengolah kata, menyampaikan gagasan, serta membangun suasana melalui kemampuan berbicara.

Jika konsisten digelar setiap malam Minggu, kegiatan tersebut berpotensi menjadi salah satu hiburan khas masyarakat Kota Bekasi di ruang publik.

Bukan tidak mungkin, Lapangan PCB nantinya tidak hanya dikenal sebagai tempat berolahraga atau berkumpul, tetapi juga menjadi panggung terbuka bagi masyarakat yang ingin berani berbicara dan menunjukkan kreativitasnya.

Dengan pendaftaran gratis, terbuka untuk masyarakat umum dan hadiah yang menarik, lomba pidato Soekarno di Lapangan PCB Bekasi kini hadir sebagai alternatif hiburan baru setiap malam Minggu.

Sebuah konsep sederhana yang mempertemukan hiburan, keberanian berbicara dan semangat mengenang perjuangan Bung Karno di tengah ruang publik Kota Bekasi.

Malam Minggu di PCB kini punya warna baru: bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga tempat masyarakat berani tampil dan berbicara.

Ketua Pelaksana acara  dalam sambutanya ,"Timur Malaka kemas mengatakan bahwa lomba Pidato Sukarno ini yang di laksanakan di Plaza Candra Bhaga (PCB).merupakan pencarian bakat juara 1 dan 2.

Dan tak luput saya mengucapakan banyak terima kasih kepada tamu undangan yang sudah menyempatkan hadir pada acara lomba pidato bung karno. Tutupnya Timor malaka kemas. (YOYO)

Sunday, 6 September 2026

PERPUSTAKAAN PUSAT UIA GELAR SEMINAR & DISKUSI : MENGGALI KETAULADANAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI SUMBER LITERASI. 

Harian Umum Warta Daerah On line

Perpustakaan Pusat Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) sukses menggelar Seminar dan Diskusi Publik bertajuk “Ketauladanan Nabi Muhammad SAW sebagai Sumber Literasi” pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di area Perpustakaan Pusat UIA, Jakarta, acara ini menghadirkan perpaduan perspektif dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi pendidikan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor UIA, Dr. Rohmad Adi Yulianto, Lc., LL.M. Dalam pidato pembukaannya, Dr. Rohmad menegaskan bahwa tradisi membaca dan menulis dalam Islam bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan ajakan spiritual yang berakar dari wahyu pertama, Surah Al-’Alaq.

“Perintah Iqra adalah komando literasi pertama dalam sejarah Islam. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai sumber literasi berarti kita meneladani cara beliau memahami realitas, mengolah informasi dengan tabayun, dan menyampaikannya demi kemaslahatan umat,” tegas Dr. Rohmad di hadapan para peserta.

Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan empat narasumber yang membedah ketauladanan Nabi Muhammad SAW dari berbagai sudut pandang, terkait prespektif multi sektor, dari etika pers hingga transformasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Anthoni (Direktur Institute for Literacy & Education), memaparkan pentingnya membumikan strategi edukasi berbasis kenabian. Menurutnya, pendekatan literasi Nabi Muhammad SAW selalu relevan karena menekankan pemahaman yang mendalam, empati, dan penguatan daya kritis, bukan sekadar hafalan atau konsumsi teks secara mendangkal.

Selain itu jurnalis senior yang telah mengabdi puluhan tahun di Kantor Berita Antara juga menekankan pentingnya literasi terkait ekologi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dimana persoalan lingkungan saat ini begitu penting, berbagai kebijakan dalam pembangunan hendaknya juga dilandasi dengan ramah lingkungan, jelasnya.

Disisi lain, Ismail Lutan (Ketua Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia / PJMI) lebih menyoroti dimensi komunikasi dan etika penyampaian informasi ala Rasulullah SAW. Di tengah gempuran disinformasi dan hoaks di era digital, nilai Siddiq (jujur) dan Amanah (terpercaya) yang dicontohkan Nabi harus menjadi fondasi utama insan pers dan insan literasi masa kini. Dan PJMI sejak semua dicanangkan oleh para pendirinya semangatnya untuk mengusung jurnalisme profetik, jurnalisme kenabian.

Zubair, S.Pd., M.Pd. (Kepala Perpustakaan UIA) lebih menekakan dan menjelaskan peran strategis perpustakaan perguruan tinggi sebagai laboratorium peradaban. Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya menjadikan perpustakaan UIA sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat dinamika pemikiran Islam yang menginspirasi sivitas akademika untuk berkarya.

Sementara itu, Nanang Kosim, M.Ag. (Ketua PERISAI Syarikat Islam Jakarta Timur) mengulas ketauladanan Nabi dari kacamata pergerakan sosial dan sejarah. Ia menekankan bahwa kekuatan literasi yang dicontohkan Rasulullah SAW mampu mengubah masyarakat jahiliah menjadi peradaban yang memimpin dunia, sebuah nilai yang perlu dihidupkan kembali oleh organisasi kepemudaan saat ini.

Melalui gelaran diskusi publik ini, Perpustakaan Pusat UIA berharap dapat melahirkan momentum baru bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk merefleksikan kembali makna literasi. Tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi juga membangun dan mendorong budaya literasi melalui kesadaran kritis dan karakter mulia yang meneladani keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. (YOYO)

DPN JWI GELAR RAPAT DAN DISKUSI SANTAI

"KAWAL TERUS LEGALITAS PT"

Harian umum Warta Daerah On line

Pengurus inti Jajaran Wartawan Indonesia menggelar diskusi santai di kediaman Wakil Ketua Umum untuk mematangkan arah strategis dan penguatan internal organisasi.

"Diskusi strategis yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPN Jajaran Wartawan Indonesia ( JWI). Jln. PULOMAS VIIA NO.19 KELURAHAN KAYU PUTIH, KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

Acara diskusi ini  dibuka dan dipandu langsung oleh Sekretaris Jenderal, Lindayani Ritonga, SE., MM. 

Hadir dalam acara pertemuan oleh Ketua Umum Ir. Maxmillian Apituley, MT., Ketua Harian Rahmad Liwan, Wakil Ketua Umum Netty Suryani, SH., dan Bendahara Umum Ulfah Nur. Turut hadir memperkuat pembahasan, Kepala Bidang OKK Yusuf Adtjeh serta Kepala Bidang Hukum Alex Nadeak.

Diskusi intensif ini berfokus pada empat agenda kerja utama, yaitu:

Kelengkapan Lima Bidang Organisasi: Melakukan peninjauan struktur dan pemenuhan kebutuhan personalia di lima bidang kerja utama demi memaksimalkan performa organisasi secara menyeluruh.

Operasional dan Fasilitas Kantor: Merumuskan standarisasi fasilitas penunjang serta sistem operasional sekretariat agar aktivitas kerja pengurus berjalan lebih efektif dan produktif.

Badan Hukum PT: Membahas aspek legalitas terkait pembentukan Perseroan Terbatas (PT) sebagai payung hukum resmi untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi.

Finalisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB): Merampungkan pembahasan anggaran secara detail guna memastikan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan terukur.

Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia, Ir. Maxmillian Apituley, MT., memberikan arahan strategis dan instruksi langsung kepada setiap bidang agar bergerak cepat dan taktis.

"Saya instruksikan kepada Kabid OKK untuk segera menuntaskan standardisasi kompetensi di lima bidang utama Kita harus diisi oleh figur yang siap bekerja keras secara tim,"Paparnya.

Dikatakan lagi," Untuk Kabid Hukum, kawal penuh legalitas badan hukum PT ini hingga tuntas demi kemandirian ekonomi organisasi kita," tegas Ir. Maxmillian.

Ia juga menambahkan pentingnya operasional kantor yang profesional di bawah koordinasi Ketua Harian dan Sekjend, serta meminta Bendahara Umum memfinalisasi RAB dengan prinsip efisiensi yang transparan. Ujarnya

"Didukung fasilitas kantor yang mumpuni serta manajemen anggaran yang akuntabel, saya optimis organisasi ini akan semakin solid dan berdampak nyata bagi seluruh anggota, pungkasnya.

Melalui konsolidasi ini, seluruh jajaran pimpinan berkomitmen penuh untuk membawa Jajaran Wartawan Indonesia menjadi wadah profesi yang semakin kuat, mandiri, dan berintegritas tutupnya.(WD/RED)