Sunday, 6 September 2026

PERPUSTAKAAN PUSAT UIA GELAR SEMINAR & DISKUSI : MENGGALI KETAULADANAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI SUMBER LITERASI. 

Harian Umum Warta Daerah On line

Perpustakaan Pusat Universitas Islam As-Syafiiyah (UIA) sukses menggelar Seminar dan Diskusi Publik bertajuk “Ketauladanan Nabi Muhammad SAW sebagai Sumber Literasi” pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di area Perpustakaan Pusat UIA, Jakarta, acara ini menghadirkan perpaduan perspektif dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi pendidikan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor UIA, Dr. Rohmad Adi Yulianto, Lc., LL.M. Dalam pidato pembukaannya, Dr. Rohmad menegaskan bahwa tradisi membaca dan menulis dalam Islam bukan sekadar aktivitas kognitif, melainkan ajakan spiritual yang berakar dari wahyu pertama, Surah Al-’Alaq.

“Perintah Iqra adalah komando literasi pertama dalam sejarah Islam. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai sumber literasi berarti kita meneladani cara beliau memahami realitas, mengolah informasi dengan tabayun, dan menyampaikannya demi kemaslahatan umat,” tegas Dr. Rohmad di hadapan para peserta.

Diskusi yang berlangsung hangat ini menghadirkan empat narasumber yang membedah ketauladanan Nabi Muhammad SAW dari berbagai sudut pandang, terkait prespektif multi sektor, dari etika pers hingga transformasi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Anthoni (Direktur Institute for Literacy & Education), memaparkan pentingnya membumikan strategi edukasi berbasis kenabian. Menurutnya, pendekatan literasi Nabi Muhammad SAW selalu relevan karena menekankan pemahaman yang mendalam, empati, dan penguatan daya kritis, bukan sekadar hafalan atau konsumsi teks secara mendangkal.

Selain itu jurnalis senior yang telah mengabdi puluhan tahun di Kantor Berita Antara juga menekankan pentingnya literasi terkait ekologi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dimana persoalan lingkungan saat ini begitu penting, berbagai kebijakan dalam pembangunan hendaknya juga dilandasi dengan ramah lingkungan, jelasnya.

Disisi lain, Ismail Lutan (Ketua Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia / PJMI) lebih menyoroti dimensi komunikasi dan etika penyampaian informasi ala Rasulullah SAW. Di tengah gempuran disinformasi dan hoaks di era digital, nilai Siddiq (jujur) dan Amanah (terpercaya) yang dicontohkan Nabi harus menjadi fondasi utama insan pers dan insan literasi masa kini. Dan PJMI sejak semua dicanangkan oleh para pendirinya semangatnya untuk mengusung jurnalisme profetik, jurnalisme kenabian.

Zubair, S.Pd., M.Pd. (Kepala Perpustakaan UIA) lebih menekakan dan menjelaskan peran strategis perpustakaan perguruan tinggi sebagai laboratorium peradaban. Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya menjadikan perpustakaan UIA sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat dinamika pemikiran Islam yang menginspirasi sivitas akademika untuk berkarya.

Sementara itu, Nanang Kosim, M.Ag. (Ketua PERISAI Syarikat Islam Jakarta Timur) mengulas ketauladanan Nabi dari kacamata pergerakan sosial dan sejarah. Ia menekankan bahwa kekuatan literasi yang dicontohkan Rasulullah SAW mampu mengubah masyarakat jahiliah menjadi peradaban yang memimpin dunia, sebuah nilai yang perlu dihidupkan kembali oleh organisasi kepemudaan saat ini.

Melalui gelaran diskusi publik ini, Perpustakaan Pusat UIA berharap dapat melahirkan momentum baru bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk merefleksikan kembali makna literasi. Tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi juga membangun dan mendorong budaya literasi melalui kesadaran kritis dan karakter mulia yang meneladani keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. (YOYO)

DPN JWI GELAR RAPAT DAN DISKUSI SANTAI

"KAWAL TERUS LEGALITAS PT"

Harian umum Warta Daerah On line

Pengurus inti Jajaran Wartawan Indonesia menggelar diskusi santai di kediaman Wakil Ketua Umum untuk mematangkan arah strategis dan penguatan internal organisasi.

"Diskusi strategis yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPN Jajaran Wartawan Indonesia ( JWI). Jln. PULOMAS VIIA NO.19 KELURAHAN KAYU PUTIH, KECAMATAN PULO GADUNG JAKARTA TIMUR

Acara diskusi ini  dibuka dan dipandu langsung oleh Sekretaris Jenderal, Lindayani Ritonga, SE., MM. 

Hadir dalam acara pertemuan oleh Ketua Umum Ir. Maxmillian Apituley, MT., Ketua Harian Rahmad Liwan, Wakil Ketua Umum Netty Suryani, SH., dan Bendahara Umum Ulfah Nur. Turut hadir memperkuat pembahasan, Kepala Bidang OKK Yusuf Adtjeh serta Kepala Bidang Hukum Alex Nadeak.

Diskusi intensif ini berfokus pada empat agenda kerja utama, yaitu:

Kelengkapan Lima Bidang Organisasi: Melakukan peninjauan struktur dan pemenuhan kebutuhan personalia di lima bidang kerja utama demi memaksimalkan performa organisasi secara menyeluruh.

Operasional dan Fasilitas Kantor: Merumuskan standarisasi fasilitas penunjang serta sistem operasional sekretariat agar aktivitas kerja pengurus berjalan lebih efektif dan produktif.

Badan Hukum PT: Membahas aspek legalitas terkait pembentukan Perseroan Terbatas (PT) sebagai payung hukum resmi untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi.

Finalisasi Rencana Anggaran Biaya (RAB): Merampungkan pembahasan anggaran secara detail guna memastikan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan terukur.

Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia, Ir. Maxmillian Apituley, MT., memberikan arahan strategis dan instruksi langsung kepada setiap bidang agar bergerak cepat dan taktis.

"Saya instruksikan kepada Kabid OKK untuk segera menuntaskan standardisasi kompetensi di lima bidang utama Kita harus diisi oleh figur yang siap bekerja keras secara tim,"Paparnya.

Dikatakan lagi," Untuk Kabid Hukum, kawal penuh legalitas badan hukum PT ini hingga tuntas demi kemandirian ekonomi organisasi kita," tegas Ir. Maxmillian.

Ia juga menambahkan pentingnya operasional kantor yang profesional di bawah koordinasi Ketua Harian dan Sekjend, serta meminta Bendahara Umum memfinalisasi RAB dengan prinsip efisiensi yang transparan. Ujarnya

"Didukung fasilitas kantor yang mumpuni serta manajemen anggaran yang akuntabel, saya optimis organisasi ini akan semakin solid dan berdampak nyata bagi seluruh anggota, pungkasnya.

Melalui konsolidasi ini, seluruh jajaran pimpinan berkomitmen penuh untuk membawa Jajaran Wartawan Indonesia menjadi wadah profesi yang semakin kuat, mandiri, dan berintegritas tutupnya.(WD/RED)