Thursday, 5 November 2026

ID CARD PORPROV XV 2026 BERTULISKAN PERS, JADI SOROTAN.

Harian umum warta daerah online

Penggunaan ID Card kategori PERS dalam penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi menjadi sorotan. Pasalnya, kartu berlabel PERS tersebut juga diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan petugas pengelola media sosial organisasi perangkat daerah (OPD).

Polemik mencuat dalam Dialog Pers yang digelar PWI Bekasi Raya setelah ditemukan ID Card kategori PERS dengan keterangan "Media Sosial OPD".

Praktisi hukum pers, H. Hendrayana, S.H., M.H., menilai penggunaan nomenklatur PERS harus dibedakan secara jelas dari fungsi kehumasan pemerintah.

"Keliru besar kalau ID Card Porprov ditulis PERS, tetapi yang memegang bukan dari entitas pers. Mereka itu menjalankan fungsi kehumasan, bukan fungsi jurnalistik," tegas Hendrayana, Kamis (6/11/2026).

Menurutnya, wartawan menjalankan kegiatan jurnalistik berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan terikat Kode Etik Jurnalistik. Sementara ASN pengelola media sosial OPD menjalankan fungsi komunikasi dan kehumasan pemerintah.

"Pers itu bukan sekadar tempelan label di kartu. Ada fungsi, ada tanggung jawab, ada aturan mainnya. Jangan sampai label PERS malah mengaburkan batas antara wartawan dan petugas humas," tambahnya.

*PWI: IDENTITAS WARTAWAN JANGAN DIKABURKAN*

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan ASN maupun petugas humas mendapatkan akses untuk mendukung publikasi Porprov. Namun, identitas dan kategori penerima harus dibedakan secara jelas.

"Ini bukan semata-mata persoalan administrasi masuk venue. Ini menyangkut pengakuan dan penghormatan terhadap profesi wartawan. Jangan sampai identitas PERS digunakan tanpa klasifikasi yang jelas," tegas Ade.

Ia menyarankan petugas pemerintah menggunakan kategori HUMAS, MEDIA CENTER, atau MEDIA SOSIAL OPD. Sementara wartawan diberikan identitas PERS dengan mencantumkan nama media yang diwakilinya.

"Kalau humas, ya tulis HUMAS atau MEDIA CENTER. Kalau wartawan, tulis jelas medianya apa. Jangan dicampuraduk. Dua fungsi ini berbeda," ujarnya.

*IKA: PERS HANYA KATEGORI PENGELOMPOKAN*

Sementara itu, Ika dari Tim Media Center Humas menjelaskan bahwa tulisan PERS pada ID Card merupakan kategori pengelompokan, bukan penegasan bahwa seluruh penerimanya berprofesi sebagai wartawan.

"Bukan sama dengan pers adalah wartawan, bukan. Jadi itu masuk ke dalam kategori pengelompokannya," jelas Ika saat dikonfirmasi awak media.

Ia mencontohkan ASN yang ditugaskan mengelola media sosial Porprov dapat memperoleh ID Card tersebut untuk mendokumentasikan pertandingan dan membuat konten publikasi OPD.

Terkait penerbitan kartu, Ika menegaskan Media Center Humas bukan pihak yang mengeluarkan ID Card. Proses tersebut, menurutnya, berada di bawah divisi tersendiri pada sekretariat penyelenggara.

"Iya, dari sekretariat," ujarnya.

Ika juga mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah wartawan yang mengajukan ID Card maupun melakukan validasi menyeluruh terhadap identitas pemohon.

"Kami juga tidak tahu jumlah total wartawan di Bekasi itu berapa. Yang datang ke kami juga sudah banyak. Apakah orang yang sama datang tiga kali juga kami tidak tahu," katanya.

*PWI SOROTI PELIBATAN MEDIA LOKAL*

Selain persoalan ID Card, Ade Muksin turut menyoroti belum jelasnya mekanisme pelibatan media lokal dalam publikasi Porprov, mulai dari kriteria kerja sama, persyaratan administrasi hingga kebijakan anggaran publikasi.

"Jangan sampai media lokal hanya menjadi penonton di kampungnya sendiri. Kami meminta keterbukaan, kesempatan yang setara, dan kerja sama yang profesional. Pers lokal juga ikut menyukseskan Porprov, maka hargai keberadaannya," tandasnya.

PWI Bekasi Raya menegaskan kritik tersebut bukan untuk menghambat penyelenggaraan Porprov, melainkan mendorong tata kelola informasi yang transparan dan profesional.

PWI meminta Sekretariat PB Porprov memberikan penjelasan resmi mengenai dasar penggunaan kategori PERS bagi ASN pengelola media sosial OPD, mekanisme verifikasi wartawan, serta kebijakan pelibatan media lokal.

Sebab, keberhasilan Porprov bukan hanya diukur dari kelancaran pertandingan dan perolehan medali, tetapi juga dari keterbukaan informasi, profesionalisme penyelenggaraan, dan penghormatan terhadap kemerdekaan pers. (YOYO)

PORPROV XV JABAR : BEKASI JADI TUAN RUMAH, TRANSPARANSI JANGAN JADI TAMU.

Harian umum warta daerah online

Menjadi tuan rumah Porprov XV Jawa Barat 2026 merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kota Bekasi. Namun, kesuksesan sebuah perhelatan olahraga tidak cukup hanya diukur dari kelancaran pertandingan dan perolehan medali. Transparansi anggaran, keterbukaan informasi, serta pelibatan masyarakat dan pers lokal juga harus menjadi perhatian.

Sejumlah persoalan tersebut mengemuka dalam Dialog Pers yang diselenggarakan PWI Bekasi Raya, Rabu (4/11/2026), di Aula Sekretariat PWI Bekasi Raya, Jalan Rawa Tembaga II, Margajaya, Bekasi Selatan.

Mengusung tema “Pers Lokal Berdaya, Porprov Berjaya”, dialog tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus evaluasi terhadap kesiapan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov XV Jawa Barat 2026.

Salah satu sorotan adalah belum terurainya secara detail penjelasan mengenai anggaran penyelenggaraan Porprov. Dalam forum tersebut, peserta mempertanyakan besaran, peruntukan, serta mekanisme penggunaan anggaran. Namun, penjelasan narasumber belum memberikan gambaran menyeluruh.

Informasi mengenai anggaran yang disebut-sebut mencapai puluhan miliar rupiah turut menjadi perhatian. Meski demikian, besaran dan rincian penggunaannya masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara maupun pemerintah daerah.

Persoalan lain menyangkut kepastian pelibatan perusahaan media dan wartawan lokal.

Ika dari Sekretariat PB Porprov XV Jawa Barat 2026 menyampaikan bahwa wartawan dapat mendatangi Media Center untuk memperoleh siaran pers dan foto original kegiatan. Sementara itu, mekanisme kerja sama publikasi masih dalam proses penawaran yang selanjutnya akan diserahkan kepada bagian Barang dan Jasa (Barjas).

Penjelasan tersebut menjadi informasi awal. Namun, media lokal masih membutuhkan kepastian mengenai persyaratan, tahapan penawaran, kriteria seleksi, dan mekanisme kerja sama publikasi.

Dalam dialog itu, beredarnya ID Card kategori “PERS” dengan keterangan “Media Sosial OPD” juga menjadi pembahasan. Ika menjelaskan bahwa penerbitan ID Card bagi pihak nonwartawan diperbolehkan. Karena itu, hal yang perlu diperjelas adalah standar kategori, fungsi, dan akses peliputan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan insan pers.

*Gaung Bekasi sebagai Tuan Rumah Dipertanyakan*

Sorotan lain disampaikan tokoh masyarakat Bekasi, Baba Damin Sada. Ia menilai gaung Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov belum terasa maksimal di tengah masyarakat.

Minimnya sosialisasi melalui baliho, spanduk, maupun media informasi publik lainnya menjadi catatan yang perlu dievaluasi. Menurutnya, masyarakat harus mengetahui dan ikut merasakan kebanggaan bahwa Kota Bekasi menjadi tuan rumah perhelatan olahraga tingkat provinsi.

Damin Sada juga menyinggung informasi anggaran yang disebut-sebut mencapai puluhan miliar rupiah. Ia berharap pemanfaatan anggaran dapat memberikan dampak nyata, termasuk memperkuat sosialisasi dan promosi kegiatan.

Selain itu, ia berharap budaya dan kearifan lokal Bekasi lebih ditonjolkan. Porprov seharusnya menjadi momentum memperkenalkan identitas daerah, tradisi, kesenian, serta potensi UMKM kepada masyarakat Jawa Barat.

*Pers Lokal Bukan Penonton*

Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menegaskan bahwa pers lokal memiliki peran strategis dalam menyukseskan Porprov, bukan sekadar pelengkap publikasi.

“PWI tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya ingin memastikan pers lokal mendapatkan ruang, akses, kesempatan, dan penghargaan yang proporsional. Wartawan lokal bukan penonton di rumahnya sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan pers terhadap kesuksesan Porprov harus berjalan seiring dengan keterbukaan informasi dan penghormatan terhadap independensi jurnalistik.

Dialog tersebut juga mencatat harapan agar para pengambil kebijakan dapat memberikan penjelasan langsung dalam forum lanjutan, terutama mengenai anggaran, akses peliputan, dan mekanisme kemitraan media.

Pada akhirnya, Porprov bukan hanya tentang pertandingan, medali, dan seremoni. Kesuksesan juga harus tercermin dari transparansi anggaran, partisipasi masyarakat, penghargaan terhadap pers lokal, serta kemampuan Kota Bekasi memperkenalkan identitas budayanya.

Bekasi boleh menjadi tuan rumah Porprov, tetapi keterbukaan tidak boleh hanya menjadi slogan. Publik berhak tahu, pers berhak memperoleh akses, dan masyarakat berhak merasakan manfaatnya. (YOYO)

Monday, 2 November 2026

WAKIL WALIKOTA BEKASI HADIRI PEMBUKAAN CABOR PARAMOTOR PORPROV XV JAWA BARAR, DORONG SPORTIVITAS XAN PRESTASI ATLET.

Harian umum warta daerah online

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri pembukaan cabang olahraga (cabor) paramotor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang berlangsung di Lapangan Merah, Desa Lembangsari, Kabupaten Bekasi, Senin (2/11/2025).

Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Bekasi terhadap penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat, sekaligus wujud perhatian pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan olahraga dirgantara dan peningkatan prestasi atlet.

Pembukaan pertandingan cabor paramotor ini diikuti sejumlah kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Di antaranya Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Subang yang siap berkompetisi untuk meraih prestasi terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi beserta jajaran. Turut hadir Ketua KONI Provinsi Jawa Barat, para Ketua KONI kabupaten dan kota, pengurus paramotor dari berbagai daerah, Ketua Komite Microlight, serta Ketua Paramotor Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur TNI Angkatan Udara, di antaranya Komandan Lanud Sulaiman, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Komandan Lanud Kalijati, Komandan Lanud Wiriadinata, Komandan Lanud Atang Sendjaja, dan Komandan Lanud Husein Sastranegara, serta Ketua FASI Provinsi Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi paramotor dalam rangkaian Porprov XV Jawa Barat. Menurutnya, ajang olahraga tingkat provinsi ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kebersamaan antardaerah.

"Porprov merupakan momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, kerja keras, dan hasil dari proses latihan yang selama ini dijalani. Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan penampilan terbaiknya," ujar Abdul Harris Bobihoe.

Ia juga menilai cabang olahraga paramotor memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena membutuhkan keterampilan, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan teknis yang tinggi. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

"Melalui kompetisi ini, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah, bahkan melangkah hingga ke tingkat nasional dan internasional. Pemerintah Kota Bekasi tentu mendukung upaya pembinaan olahraga yang mampu melahirkan generasi atlet unggul dan berdaya saing," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kontingen untuk menjadikan Porprov XV Jawa Barat sebagai ajang memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, dan membangun semangat kompetisi yang sehat.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari terciptanya suasana pertandingan yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Pemerintah Kota Bekasi berharap keikutsertaan atlet dalam ajang Porprov XV Jawa Barat dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di daerah.

Dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi paramotor ini diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antardaerah dalam memajukan dunia olahraga di Jawa Barat. (YOYO)

LANTIK 67 PEJABAT PEMKOT BEKASI, WALIKOTA BEKASI DORONG BIROKRASI LEBIH ADAPTIF DAN KOLABORATIF. 

WALIKOTA BEKASI LANTIK 67 PEJABAT, TEKANKAN PENINGKATAN KINERJA DAN KONSOLIDASI ANTAR PERANGKAT DAERAH.

Harian umum warta daerah online 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melantik sebanyak 67 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Senin (2/11/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Nonon Sonthanie, Gedung Pemkot Bekasi.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan organisasi pemerintahan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah pejabat yang dilantik menempati posisi strategis, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, serta jajaran BUMD.

Dalam sambutannya, Tri menegaskan bahwa pejabat yang menerima amanah harus mampu menjadi penggerak organisasi dan membangun komunikasi yang baik di seluruh jajaran pemerintahan.

Ia menyebut posisi Sekda memiliki peran sentral dalam menjembatani kepala daerah, wakil kepala daerah, Forkopimda, serta sekitar 23 ribu ASN di lingkungan Pemkot Bekasi.

“Sekda memiliki tugas yang sangat sentral. Ia harus mampu menjembatani dan mengomunikasikan berbagai kebutuhan, sekaligus menjadi penyambung lidah bagi ASN. Yang paling penting, Sekda harus mampu menggerakkan roda organisasi Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Tri.

Tri juga meminta seluruh pejabat untuk meningkatkan kualitas kinerja dengan berorientasi pada hasil atau outcome, bukan hanya menyelesaikan kegiatan secara administratif. Ia menekankan pentingnya evaluasi, pembelajaran, dan kolaborasi lintas perangkat daerah agar program berjalan lebih efektif.

“Sekarang kita harus berbicara tentang outcome, bukan hanya output. Pelajari bagaimana menyusun laporan dan mengeksekusi program. Kita harus terus mengevaluasi diri, beradaptasi, serta mengonsolidasikan program antarperangkat daerah agar efisiensi dan efektivitas benar-benar terwujud,” tambahnya.

Selain itu, Tri mengingatkan pejabat yang dilantik agar menjalankan amanah dengan integritas, tanggung jawab, dan semangat melayani. Ia berharap jajaran Pemkot Bekasi terus meningkatkan kemampuan, saling berbagi pengetahuan, serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap organisasi pemerintahan semakin solid, responsif, dan mampu menghasilkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat. (YOYO)

PELANTIKAN PENGURUS DPC PEJUANG SILIWANGI INDONESIA (PSI), BERSATU KOTA BEKASI
MASA BAKTI 2025-2030 BERJALAN SUKSES.

Harian umum, Warta daerah On Line 


Dalam Rangka Pelantikan DPC Pejuang Siliwangi Indonesia(PSI) ,Bersatu Kota Bekasi Masa Bakti 2025-2030 telah berjalan dengan sukses.
Minggu,(1 November 2026).

Ketua DPC Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) Bersatu H. Idup mengatakan harapannya untuk semua Jajaran pengurus Pejuang Siliwangi Indonesia di kota bekasi kita dan harus wajib menjalankan yang baik karena allah
"Saya hanya bermohon kepada Allah kita harus menciptakan kebersamaan antara ormas-ormas yang ada di Kota bekasi untuk kita ciptakan silaturahmi dan wajib bersatu tegasnya di saat di wawancarai harian umum warta daerah On Line seusai acara.


Insyaallah kami akan menyusun program - program kerja jangka panjang dan jangka pendek dari silahturahmi dan kita akan berkerja dengan baik,"ujarnya.
Pengurus-pengurus Pejuang Siliwangi mari kita jalan amanah yang baik, dan jangan sampai menjual nama pejuang Siliwangi yang tidak baik harapan saya itu. Semuanya yang hadir di Jawa Barat diantaranya dari wilayah Subang, Indramayu, Bogor Timur, Depok dan Jawa Tengah saya ucapkan banyak terimakasih serta saya memohon diberikan arahannya untuk anggota pejuang Siliwangi yang berada di Kota Bekasi serta masyarakat di wilayah kota bekasi nanti kita bantu dengan kemampuan yang terpenting kita akan kerjasama dengan pemerintah Kota Bekasi bersinergi.

Lanjut dikatakan H. idup bilamana ada saudara kita yang terdapat musibah marilah kita bantu sesuai dengan kemampuan sesuai dengan keridhoan oleh Allah SWT aamiin.
Sekjen pejuang Siliwangi H Sayuti, SE menghimbau arahan dari kota bekasi sesuai dengan arahan dari DPD Provinsi Jawa Barat Siliwangi ini adalah Ormas tertua kita harus 1.berlandaskan Akhlakul Karimah 
 2.kita memang di Bekasi Raya sebagai daerah Agraris dan pertanian bagaimana harus lah memotivasi dan pertanian ini walaupun kota Bekasi sebagai penyanggah Ibu kota DKI Jakarta, sudah menjadi wilayah industri intinya kita ciptakan kebersamaan dan bermitra kepada pemerintah dan Ormas -Ormas yang berada di kota bekasi kita jaga satu persatuan dan kekompakan dan bermanfaat kepada masyarakat yang ada di kota bekasi,"pungkasnya.

Bendahara Rusman S.Pd menambahkan organisasi kalau tanpa finansial ,kita tidak akan berjalan kita bersama menghidupkan organisasi bukan mencari kehidupan di organisasi imbuhnya 


"Semuanya bismillah insyaallah Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI), di kota bekasi maju kita ciptakan kebersamaan, persatuan kita bangun yang berakhlakul karimah kota bekasi Silih Asah,Silih Asih , Silih Asuh insyaallah kita mempunyai rejekinya supaya kedepannya lebih maju dan Sukses,"Tutupnya. (Y0Y0)

Friday, 30 October 2026

SECARA AKLAMASI WAHYUDI SH,,MH SUDAH TERPILIH SEBAGAI SEKJEND DI PARTAI PADI.

Harian Umum, Warta Daerah On Line 

Aklamasi adalah keputusan langsung yang disetujui secara bulat atau aklamasi oleh mayoritas peserta yang hadir dalam suatu forum atau musyawarah partai tanpa melalui pemungutan suara tertutup/terbuka (voting).

Presiden Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) Mayjend TNI (Purn) Burlian Syafei mengatakan Dalam konteks pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai PADI untuk mekanisme aklamasi umumnya terjadi melalui proses diantaranya, Pengertian dan Mekanisme.

Calon Tunggal dan Aklamasi sah secara aturan organisasi jika hanya ada satu nama calon yang diajukan atau disepakati oleh peserta sudah menuhi formatur di tambah dengan pejabat-pejabat tingkat pusat karena untuk mempercepat AHU dan Legalitas.

Serta mempercepat jalannya konsolidasi organisasi Partai PADI Rabu, (28 Oktober 2026 ) Alamat dr .Saharjo kantor DPN Partai PADI.

"Dalam hal ini nantinya usulan yang di sampaikan harus yang menyetujui adalah Ketua Dewan Pembina sesuai dengan Pasal 24 di dalam Anggaran Dasar rumah tangga partai padi yang tertuang menyetujui dan tidak menyetujui atau usulan dari Presiden partai Padi siapa yang di tentukannya.dan secara Aklamasi Sah Sekjend Parta Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) di pimpin oleh saudara Wahyudi SH,,MH ,"Tegasnya Presiden Partai PADI Mayjend TNI(Purn) Burlian Syafei.

"Insya allah saya yakin untuk PEMILU di Tahun 2029 Partai PADI Bismillah Menang aamiin.

Dalam Sambutannya Sekjend Partai PADI Wahyudi SH,,MH

"Alhamdulillah saya di amanahkan menjadi Sekjend di Partai PADI. ini merupakan beban yang paling berat tetapi saya yakin saya ini tidak akan sendirian dalam melaksanakan tugas. 

Partai Padi ini akan tumbuh di daerah- daerah seluruh Indonesia dan juga padi ini akan menjadikan corong Nasional yang untuk ikut berpartisipasi Pemilu di Tahun 2029."Paparnya.

Ada hal yang saya ingin sampaikan semangat ini tumbuh ketika pak presiden memberikan harapan baru bahwasanya kita ada peluang untuk menjadi mendapatkan badan hukum yang mana nanti prosedur ini yang akan di lakukan seperti yang sudah di sampaikan presiden tadi sehingga beliau ingin administrasi ini harus berjalan dengan baik. Hal ini lah yang menjadi suport saya administrasi ini penting yang bisa kita dapatkan di bulan November ini sehingga agenda- agenda selanjutnya sudah pernah kita diskusikan insyaallah kita adakan acara Rapimnas di bulan Desember dan juga tahapan- tahapan kegiatan akan kita sampaikan dan diberitahukan kepada semua DPP Rapimnas di bulan Januari sampai dengan bulan Juli dan bulan Agustus kita akan mendaftarkan diri menjadi peserta pemilu di tahun 2029.

Lanjut di katakan," Sekjend Wahyudi SH,, MH mengharapkan badan hukum itu kita dapatkan di bulan November 

Untuk kawan-kawan agar menyiapkan sejak dini baik pun dari akta yang lainnya untuk kita kaji kembali atau susun kembali bila mana ada perubahan - perubahan struktur ke pengurusan akan dibentuk kembali dan jangan sampai menjadi hambatan, struktur ini akan di bawa pak presiden untuk mendapatkan badan hukum."Tutupnya. (YOYO)

Tuesday, 27 October 2026

MUSCAB KE 7, WALIKOTA BEKASI DORONG PRAMUKA BERKARAKTER DISIPLIN DAN RAPIH PENGHARGAAN PRAMUKA GARUDA NASIONAL.

Harian umum warta daerah online

Tri Adhianto Ajak Pramuka Bekasi Berani Speak Up dan Raih Mimpi.

Gerakan Pramuka Kota Bekasi diharapkan terus melahirkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, berjiwa kepemimpinan, serta mampu mengemban tanggung jawab dengan penuh semangat.

Selain memperkuat pembinaan karakter, anggota Pramuka juga didorong untuk berprestasi hingga meraih penghargaan Pramuka Garuda tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan pencapaian mereka.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam arahannya pada pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kota Bekasi ke-7.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kwarcab Kota Bekasi Kak Ade Puspitasari, perwakilan Kwarda Jawa Barat Kak Baim, serta jajaran pengurus dan pimpinan kwartir cabang.

Dalam arahannya, Tri Adhianto katakan bahwa Gerakan Pramuka harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas wawasan internasional, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat internasional.

Menurutnya, pembinaan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi proses pendidikan yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab sejak dini. Pembinaan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Tri Adhianto arahkan bahwa disiplin merupakan fondasi penting dalam membangun pribadi yang bertanggung jawab. Melalui kegiatan kepramukaan, anak-anak perlu dibiasakan menjalankan kewajiban, menaati aturan, serta menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh, termasuk ketika menghadapi hal-hal yang tidak selalu menyenangkan.

“Karena disiplin adalah mengerjakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Walaupun pada saat sesungguhnya itu dimulai harus dengan dipaksa, harus terpaksa, karena mereka harusnya hari ini tidak punya pilihan lain. Kita lah yang mengajarkan mereka untuk membuat pilihan-pilihan itu,” tegas Tri Adhianto.

Lebih lanjut, ia berharap setiap anggota Pramuka memiliki semangat untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab secara penuh, baik dalam kegiatan latihan, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Para pembina dan pengurus juga diharapkan mampu memberikan pendampingan yang konsisten agar potensi setiap anggota dapat berkembang secara optimal.

Salah satu target pembinaan yang menjadi perhatian adalah mendorong semakin banyak anggota Pramuka Kota Bekasi meraih penghargaan Pramuka Garuda tingkat nasional. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk pengakuan atas proses panjang yang telah dilalui anggota, mulai dari kedisiplinan, keterampilan, pengabdian, hingga keberhasilan memenuhi persyaratan kecakapan kepramukaan.

Menurutnya, pencapaian Pramuka Garuda tidak semata-mata tentang memperoleh penghargaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa seorang anggota telah menunjukkan komitmen, ketekunan, dan tanggung jawab dalam mengembangkan dirinya. Karena itu, anak-anak perlu diberikan motivasi dan kesempatan yang luas untuk berprestasi sesuai dengan potensi masing-masing.

Pembinaan kepramukaan di Kota Bekasi pun diarahkan berjalan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, nasional, hingga kesempatan mengikuti kegiatan jambore internasional. Dengan pola pembinaan tersebut, anggota Pramuka diharapkan memiliki pengalaman yang semakin luas serta kesiapan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Tri Adhianto juga mengapresiasi pencapaian Kwarcab Kota Bekasi yang dinilai sebagai salah satu kwartir cabang terbaik di wilayah Purwasuka (Purwakarta, Subang, Karawang, dan Bekasi). Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program kerja, memperkuat pembinaan anggota, serta menghadirkan prestasi yang lebih baik.

Menutup arahannya, Tri Adhianto berpesan agar para pembina dan pengurus memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, berani berbicara, dan mengembangkan kreativitas. Dengan dukungan lingkungan yang positif, anak-anak Kota Bekasi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan berprestasi.

Melalui Muscab ke-7 ini, Gerakan Pramuka Kota Bekasi diharapkan semakin solid dalam menjalankan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, sehingga mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat pengabdian, serta kebanggaan dalam mengemban tanggung jawab sebagai anggota Pramuka. (Yoyo)

PARIPURNA BAHAS PERUBAHAN PROGRAM DAN PERSETUJUAN RAPERDA MENJADI PERDA.

Harian umum warta daerah online

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi resmi menandatangani rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun 2027, serta persetujuan rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah.

Penandatanganan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang paripurna, Gedung DPRD Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe hadir mendampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Wawali Harris Bobihoe berkesempatan menyampaikan sambutan pada rapat paripurna tersebut. 

Ia menyampaikan, penandatanganan bukan sekedar bentuk formalitas, tetapi merupakan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam memastikan arah pembangunan Kota Bekasi dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan daerah..

Wawali Harris Bobihoe juga mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD atas semangat kebersamaan, komitmen dan kerja kerasnya dalam melaksanakan seluruh rangkaian pembahasan rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan belanja daerah serta persetujuaan raperda menjadi perda. sebagai amanat perundang-undangan.

“Bentuk komitmen dan semangat kemitraan serta sinergitas antara eksekutif dan legislatif dapat terjaga dengan baik. Kondisi ini modal utama untuk membangun Kota Bekasi pada masa yang akan datang, sehingga semua harapan masyarakat dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Wawali Harris Bobihoe

Ia juga menyapaikan, penyusunan anggaran daerah 2027 dilakukan ditengah dinamika ekonomi yang terus bergerak dan telah melalui proses panjang, namun telah terselesaikan dengan baik dan bijak. 

Sehingga pada nantinya ini menjadi arah dan pedoman pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan serta pelayanan masyarakat Kota Bekasi. (Yoyo)

Saturday, 24 October 2026

MUSDA KE VI DPD FORKABI KOTA BEKASI BERJALAN SUKSES.

Harian umum, warta daerah On Line

DPD FORKABI Kota Bekasi Menyelenggarakan acara Musda Ke VI, yang  di laksanakan di Aula  Manasik Center Kampus II  Universitas Islam as Syafi'i yah jalan RayaJatiwaringin berjalan dengan Sukses dan bersinergi dengan Muspika yang ada di wilayahnya. Sabtu,(24/10/2026)

Ketua DPD FORKABI Kota Bekasi Ujang Setiawan mengatakan,"Harapannya saya untuk musda ke VI membawa perubahan FORKABI karena sesuai dengan rencana kerja saya adalah untuk setiap wilayah di 12 Kecamatan selalu kita mengikuti program Kota Bekasi Bekasi Keren dan UMKM kita ,"ujarnya.

"Lanjut dikatakan,"Ujang untuk Anggota FORKABI di kota bekasi agar dengan aparatur sipil negara kita bisa bersinergi dengan pemerintah kota bekasi anggota kami dapat berkerja sama dengan  cara menempuh  supaya ekonomi UMKM maupun satgas minimal nya untuk Scurity kita sudah siapkan.

Selanjutnya FORKABI kota Bekasi akan membangun latihan kerja untuk anggota yang pada mau latihan,kita akan latih anggota untuk mengelas kedepannya akan ada balai Latihan kerja di karenakan kita mempunyai workshop berkerja sama di pelatihan nya ada orang-orang kita serta bengkel juga ada ," pungkasnya.


Di tambahkan lagi, untuk masyarakat jangan melihat sudut pandang negatif ke pada ormas insyaallah kami ormas FORKABI akan merubah menset menciptakan lahan pekerjaan buat anggota FORKABI yang belum mempunyai pekerjaan akan di jadi kan pekerja di perusahaan -perusahaan yang berada di wilayah kota Bekasi,"katanya ketua Ujang Setiawan di ruang rapat musda ke VI.

"Kami DPD FORKABI Kota Bekasi akan berkolaborasi bersama dengan RT dan RW yang ada di 12 Kecamatan dengan bersinergi serta melakukan kebersamaan dan fungsinya organisasi ini jelas kita ini merubah menset kita rubah dan masyarakat biar tentram dan aman," paparnya.

FORKABI di kota bekasi untuk sekarang baru mencapai 7 kecamatan insyaallah untuk mendapatkan 5 kecamatan lagi kita harus susun pengurus barulah pelantikan lalu ada rapat kerja.

Untuk program pembentukan DPC saya akan melaksanakan mencari DPC untuk wilayah nya walaupun belum rapat kerja kita sambil berjalan mencari dengan Tim yang ada di 5 wilayah. 

Ujang," menambahkan bahwa Untuk UMKM adalah mendongkrak perekonomian masyarakat ,kita bina dulu dan di latih intinya kita memberikan motivasi kepada warga masyarakat khususnyadi Kota Bekasi jadi nya kita perdayakan kepada masyarakat biar produktif tutup nya. (YOYO)

Thursday, 22 October 2026

IKUT PAWAI HARI SANTRI, TRI ADHIANTO : 'SANTRI HARUS TUMBUH DALAM LINGKUNGAN YANG AMAN DAN NYAMAN'

TRI ARDHIANTO DORONG PESANTREN JADI RUANG PENDIDIKAN YANG AMAN DAN BERKARAKTER.

Harian umum warta daerah online

Pawai Hari Santri 2026 di Kota Bekasi menjadi momentum bagi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk menyampaikan pentingnya memperkuat pendidikan santri, tidak hanya dari sisi keilmuan dan keagamaan, tetapi juga karakter, keteladanan, integritas, serta lingkungan belajar yang aman.

Tri Adhianto turut mengikuti rangkaian Pawai Hari Santri yang digelar di Kota Bekasi, Kamis (22/10/2026). 

Kehadiran tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Bekasi terhadap kontribusi santri, pesantren, ulama, dan para pengasuh dalam membangun karakter generasi muda.

Menurut Tri, pesantren memiliki posisi penting dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan agama sekaligus mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

“Santri adalah bagian penting dari masa depan Kota Bekasi. Karena itu, kita ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki integritas,” ujar Tri.

Ia menilai lingkungan pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, seluruh unsur yang berada di dalam ekosistem pendidikan, termasuk pesantren, perlu bersama-sama memastikan proses pembelajaran berlangsung dalam suasana yang aman, sehat, penuh keteladanan, dan menghormati martabat setiap santri.

“Pendidikan yang baik harus memberikan rasa aman. Anak-anak kita harus mendapatkan ruang untuk belajar, bertumbuh, menyampaikan pendapat, dan membangun masa depan dengan pendampingan yang baik,” katanya.

Tri mengatakan, nilai-nilai yang selama ini menjadi kekuatan pendidikan pesantren seperti akhlak, kedisiplinan, kemandirian, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap sesama harus terus dijaga dan diperkuat.

Menurutnya, keteladanan para pendidik dan pengasuh menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendidikan karakter akan lebih kuat ketika nilai-nilai yang diajarkan juga tercermin dalam perilaku sehari-hari di lingkungan pendidikan.

“Santri belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat. Karena itu, keteladanan menjadi sangat penting. Kita ingin pendidikan agama melahirkan generasi yang kuat secara ilmu, matang secara karakter, dan baik dalam perilaku,” jelas Tri.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membangun komunikasi dan pengawasan yang baik dalam lingkungan pendidikan. Menurutnya, persoalan yang menyangkut anak dan peserta didik harus mendapat perhatian serius serta ditangani secara tepat melalui mekanisme yang berlaku.

“Kalau ada persoalan di lingkungan pendidikan, jangan dibiarkan. Harus ada komunikasi, pendampingan, dan penyelesaian yang tepat. Yang paling penting, kepentingan dan masa depan anak harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga menyampaikan apresiasi kepada para santri dan masyarakat yang ikut memeriahkan Pawai Hari Santri. Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bersama tentang pentingnya peran santri dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Bekasi.

“Semangat Hari Santri adalah semangat untuk terus belajar, mengabdi, dan memberikan manfaat. Saya berharap santri Kota Bekasi terus menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi keluarga, lingkungan, dan kota,” pungkasnya. (YOYO)

Wednesday, 21 October 2026

TIM DP3A KOTA BEKASI MONITORING, DAN EVALUASI KOTA LAYAK ANAK DI KELURAHAN JATIRANGGON BERJALAN SUKSES. 

Harian umum,Warta Daerah On line.


Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Lomba Kota Layak Anak (KLA) atau tingkat kelurahan/kecamatan (seperti KELANA) sedang gencar dilakukan oleh pemerintah daerah sepanjang Oktober 2026, termasuk di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya untuk menilai kesiapan sarana, prasarana, serta administrasi pemenuhan hak anak.


Lurah Jatiranggon H. Dedy Suryadi Hidayat memberikan keterangan disaat di wawancarai Media harian umum warta daerah di  usai acara mengatakan,dengan adanya penilaian dari tim kota layak anak kota bekasi ini dapat meningkatkan dalam krevitas anak dan kota bekasi menuju generasi emas 2045 yang akan datang" ujarnya. Rabu (21/09/2026)

"Kriteria penilaian adalah Taman bermain anak, Ruang Terbuka untuk anak bermain dan depan kelurahan Jatiranggon ada sepak bola Alhamdulillah ini di apit oleh sekolah dasar negeri kelurahannya sekolah negeri Jatiranggon 1 dan sekolah negeri Jatiranggon 2.Tim survei dari Pemerintah Kota Bekasi DP3A. Tutup nya (YOYO)

Wednesday, 14 October 2026

PEMBANGUNAN RUTILAHU DI KELURAHAN JATIWARINGIN TAHUN 2026 SUDAH MENCAPAI 100%

Harian umum, warta daerah On line


Rutilahu di kelurahan Jatiwaringin Alhamdulillah sdh mencapai 100%.
Rutilahu di Kelurahan Jatiwaringin sdh masuk ke tahap 1 dan tahap ke 2 baru sarpras Alhamdulillah tidak ada kendala.

" Harapan saya kepada yang mendapatkan Rutilahu bantuan pemerintah ini adalah dapat bermanfaat kepada warga masyarakat di kelurahan Jatiwaringin bisa di rawat karena memang di Jatiwaringin ini yang mengusulkan 9 orang ini lah yang beruntung di tahun 2026.
dan yang belum mendapatkan mudah-mudahan tahun 2027 bisa mendapatkan.


Lanjut di katakan, Ketua BKM Kelurahan Jatiwaringin Ir. Riswandi Sarmin menambahkan mudah-mudahan usulan dari 9 titik di tambahkan menjadi 20 titik dari pemerintah kota bekasi 1 unit nya anggaranya berkisar 20 juta.

Harapan saya kepada warga di kelurahan Jatiwaringin ini setelah mendapatkan bantuan Rutilahu itu benar-benar di rawat dan tidak boleh di kontrak kan atau di jual karena selaku BKM ini bertanggung jawab penuh selama 5 tahun ini ada pengawasan rumah tersebut haruslah di tempatin tuturnya ketua BKM Jatiwaringin,"Sarmin.


Sarmin ,"menambahkan untuk warga masyarakat yang mengajukan Rutilahu agar menyediakan dana untuk swadaya karena sekarang bahan-bahan bangunan cukup lumayan mahal tukang  juga mahal intinya bantuan 20 juta ini tidak cukup jadi warga kelurahan Jatiwaringin ini agar siap si saat mengusulkan Rutilahu karena dana Stimulan pancingan saja untuk bagus dan tidaknya itu tergantung yang punya rumah sendiri kami cuman bisa melaksanakan dengan anggaran yang ada tanpa di bantu swadaya maka rumah tersebut tidak akan jadi," paparnya. Ir. Riswandi Sarmin.

Di tambahkan lagi," lurah Jatiwaringin Hariri Alhamdulillah untuk Rutilahu sampai saat ini  Rumah tidak layak huni sudah terlaksana 100% di kelurahan Jatiwaringin.

Di kelurahan Jatiwaringin ada 9 titik tentunya harapan saya sebagai lurah Jatiwaringin tentunya sukses dan saya kira bukan hanya di Jatiwaringin saja 56 kelurahan di kota bekasi akan menyambut baik.

Di kota bekasi ini rumah tidak layak huni akan menjadi layak huni, keinginan pemerintah kota bekasi agar rumahnya layak di tinggalin.

Yang mendapatkan Rutilahu mempunyai kriteria mendapatkan bantuan Rutilahu itu yang betul-betul yang tidak layak lagi luasnya di batasi 50 Meter dan kepemilikan lahan pun jelas bahwa itu adalah hak milik salah satu syaratnya adalah sertifikat, Ajbnya jadi bukan ngontrak.

Rutilahu ini swakelola pemerintah ini memberikan modal untuk merapihkan rumah bagaimana lingkungan setempat steak holder yang ada Rt/ Rw masyarakat kiri dan kanan agar membantu warganya yang membutuhkan jadi kebersamaan. Tutup nya lurah Jatiwaringin. (YOYO)

Thursday, 8 October 2026

PENDAFTARAN ANUGERAH JURNALISTIK KPU 2026 RESMI DIBUKA, ANGKAT TEMA "73 TAHUN KPU RI KAWAL DEMOKRASI INDONESIA"

Harian umum warta daerah online

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik KPU 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan 73 tahun KPU dengan mengangkat tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”.

Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 resmi dibuka mulai 8 hingga 22 Oktober 2026. Ajang tahunan ini menjadi ruang bagi insan pers dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, serta perspektif mengenai penyelenggaraan pemilu dan perkembangan demokrasi Indonesia melalui karya jurnalistik dan karya kreatif.

Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat lima subtema yang dapat menjadi fokus karya peserta, yaitu:

1. Dari TPS ke Era Digital: Transformasi Penyelenggaraan Pemilu.

2. Masyarakat dalam Pesta Demokrasi.

3. KPU Melayani

4. Reformasi dan Perubahan Besar Sistem Pemilu

5. Kelompok Rentan dalam Pemilu

Kelima subtema tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang luas bagi peserta untuk mengangkat berbagai perspektif mengenai penyelenggaraan pemilu, partisipasi masyarakat, pelayanan publik, transformasi digital, reformasi sistem pemilu, hingga keterlibatan kelompok rentan dalam demokrasi.

Tiga Kategori Kompetisi :

Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 terdiri atas tiga kategori, yakni karya tulis jurnalistik, foto, dan video.

Pada tahun ini terdapat pengembangan khusus pada kategori video. Jika sebelumnya kompetisi lebih berfokus pada karya jurnalistik yang dibuat oleh jurnalis, kategori video tahun ini juga dapat diikuti oleh masyarakat umum, termasuk mahasiswa maupun warga.

Pengembangan kategori video tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi publik sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan cerita dan perspektif mereka mengenai pemilu dan demokrasi melalui konten video.

Sementara itu, untuk kategori karya tulis jurnalistik, terdapat perubahan ketentuan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Peserta dapat mendaftarkan karya berupa opini atau esai, sehingga tidak lagi terbatas pada karya hard news seperti pada penyelenggaraan sebelumnya.

Adapun kategori foto pada dasarnya masih mengikuti ketentuan yang relatif sama dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

*Ketentuan Peserta dan Karya*

Untuk kategori karya tulis jurnalistik dan foto, peserta merupakan jurnalis. Sementara itu, kategori video dapat diikuti oleh jurnalis maupun masyarakat umum, seperti mahasiswa dan warga.

Setiap karya yang didaftarkan wajib sesuai dengan tema utama maupun salah satu subtema yang telah ditentukan.

Karya yang diikutsertakan juga harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil plagiasi atau penjiplakan. Karya tersebut belum pernah dan/atau tidak pernah diikut sertakan dalam perlombaan Anugerah Jurnalistik KPU RI pada tahun sebelumnya.

Peserta maupun karya yang didaftarkan juga tidak boleh merupakan karya atau peserta yang sebelumnya telah menjadi pemenang dalam kompetisi Anugerah Jurnalistik KPU RI.

Setiap calon peserta wajib menyertakan identitas diri. Untuk peserta dari kalangan jurnalis, identitas yang disertakan berupa foto ID Pers, sedangkan peserta dari masyarakat umum wajib menyertakan foto KTP.

Karya yang didaftarkan tidak diperkenankan mengandung unsur SARA, pornografi, ujaran kebencian, fitnah, hoaks, provokasi, maupun materi lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Panitia berhak melakukan verifikasi terhadap keaslian dan orisinalitas karya yang didaftarkan. Apabila di kemudian hari ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan, panitia berhak melakukan diskualifikasi terhadap peserta.

Keputusan Dewan Juri bersifat independen, objektif, dan final, sehingga tidak dapat diganggu gugat. Adapun komposisi dewan juri di masing-masing kategori sebanyak 3 orang yang terdiri dari pimpinan KPU RI, juga profesional jurnalistik dan konten kreator.

*Karya untuk Publikasi dan Edukasi*

Dengan mengikuti kompetisi ini, peserta menyatakan bersedia memberikan izin kepada panitia maupun KPU RI untuk menggunakan karya yang telah didaftarkan sebagai bagian dari publikasi, dokumentasi, edukasi, dan promosi kegiatan, dengan tetap mencantumkan nama pembuat karya.

Selain itu, peserta diwajibkan mengunggah karya yang diikutsertakan melalui akun Instagram pribadi dengan mencantumkan tagar: #HUT73KPURI, #KPPDEM, #AnugerahJurnalistikKPURI2026.

Peserta juga diwajibkan mengikuti (follow) akun Instagram KPU RI (@kpu_ri) dan akun KPP DEM (@kppdemri)

Ketentuan khusus dan teknis masing-masing kategori dapat diketahui melalui akun Instagram tersebut. KPP DEM  yang dalam dua tahun terakhir dipercaya oleh KPU RI untuk melaksanakan Anugerah Jurnalistik KPU RI.

Ketua Panitia Pelaksana Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 yang juga Sekretaris Jenderal KPP DEM, Nopri Agustian, mengatakan penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik KPU RI diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi bagi insan pers, tetapi juga menjadi ruang partisipasi publik dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pemilu dan demokrasi.

“Kami berharap Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 dapat menjadi ruang yang semakin luas bagi jurnalis maupun masyarakat untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan perspektifnya mengenai pemilu dan demokrasi Indonesia. Melalui karya jurnalistik dan konten kreatif yang dihasilkan, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam proses sosialisasi dan edukasi kepemiluan,”ujarnya.

Menurut Nopri, pengembangan kategori video yang kini dapat diikuti masyarakat umum merupakan salah satu upaya untuk memperluas ruang partisipasi tersebut.

“Khusus kategori video, tahun ini kami memberikan ruang yang lebih luas karena dapat diikuti masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan warga. Harapannya, semakin banyak perspektif masyarakat yang muncul dan dapat menjadi bagian dari cerita tentang perjalanan demokrasi serta penyelenggaraan pemilu di Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, karya yang dihasilkan peserta diharapkan tidak hanya memenuhi aspek kompetisi, tetapi juga memiliki nilai informasi, edukasi, dan dapat memberikan gambaran mengenai berbagai sisi penyelenggaraan pemilu.

“Pada akhirnya, kami berharap kompetisi tahunan KPU RI ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat sosialisasi dan edukasi tentang pemilu dan demokrasi Indonesia. Semakin banyak masyarakat yang memahami proses pemilu, semakin terbuka pula ruang untuk membangun partisipasi publik yang bermakna,” ujar Nopri.

Pendaftaran Dibuka 8–22 Oktober 2026. Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui Google Form Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 pada tautan berikut: https://forms.gle/DY6uYjoiVqKbMjNd9.

Informasi mengenai ketentuan teknis masing-masing kategori, termasuk persyaratan karya dan mekanisme pengumpulan, dapat diperoleh melalui akun Instagram KPP DEM dan KPU RI.

Melalui tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”, Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan demokrasi Indonesia sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi jurnalis dan masyarakat untuk turut menyuarakan pengalaman, gagasan, dan perspektif mengenai pemilu. (Yoyo)

Monday, 5 October 2026

LURAH JATIMAKMUR DAN BKM JATIMAKMUR TINJAU PROGRAM RUTILAHU DI WILAYAHNYA.

Harian umum warta daerah,On line 

Program Perbaikan Rumah tidak layak huni (Rutilahu). Pada tahun 2026,di fokuskan oleh berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan Rendah.

Lurah Jatimakmur Zaenal Arifin mengatakan kepada Harian umum Warta Daerah on line."Program Rutilahu ini merupakan APBD Kota Bekasi mudah -mudahan dengan pembangunan Rutilahu ini bisa membantu warga masyarakat rumahnya yang tidak layak huni khususnya di Kelurahan Jatimakmur.

" Insyaallah dengan adanya pembangunan ini masyarakat yang asalnya yang tidak layak huni menjadi layak huni standar kesehatan ada pencahayaanya bagus dan juga sirkulasi udara nya bagus dan juga tempat cuci MCK sesuai dengan standar kesehatan serta menambah semangat bagi pemilik rumah yang di renovasi, lurah juga mengatakan ini bukan renovasi ini mulai dari nol kekurangannya bukan oleh pemerintah dan mudah-mudahan bang maman rejikannya bertambah ujarnya.

Lanjut dikatakannya maman warga Rt 05/Rw 019 sebagai penerima Rutilahu mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Walikota Bekasi Bapak H.TRI ADHIANTO TJAHYONO yang mana sudah membantu program kepada warga masyarakat khususnya kelurahan Jatimakmur Rumah kami sudah di bangun sebelum dan sesudahnya saya haturkan banyak terima kasih.

Ketua BKM Kelurahan Jatimakmur Kecamatan Pondok Gede Ismail (cang Maing), mengatakan yang mendapatkan bantuan untuk Rutilahu harus kita bantu di wilayah kelurahan jatimakmur yang mendapat bantuan diantaranya ibu Maisaroh diwakili bapak maman (Suaminya)dan ibu rohani kedua ibu ini memang tugas negara sulit di jumpai," ujarnya.

Mudah-mudahan apa yang sudah di laksanakan program Rutilahu bisa membuat motivasi buat keluarga,bantu dari pemerintah adalah bantuan pancingan karena bantuan stimulan bagaimana warga masyarakat yang menerima bantuan itu dapat bermusyawarah dengan keluarga bagaimana untuk menambahkan dan kami selaku BKM berterima kasih kepada lurah Jatimakmur selaku KPA dan sekaligus PPK yang telah memfasilitasi administrasi tahapan proses anggaran berjalan lancar dan juga berterimakasih kepada pemerintah kota bekasi terutama bapak walikota Bekasi bapak TRI ADHIANTO TJAHYONO terus berupaya.menggarkan untuk Rutilahu dan walikota bekasi berpesan vokus BKM itu untuk kegiatan Rutilahu dan Taman kalau Rutilahu adanya di perkampungan dan Kalau Taman di Perumahan dan mudah -mudahan RW -RW yang ada di Jatimakmur untuk melihat itu untuk tamanya Alhamdulillah sudah selesai dan juga untuk penerima bantuan di mohon kerjasamanya,"tutupnya Ismail ketua BKM Jatimakmur (cang Maing). (Yoyo)

Friday, 2 October 2026

GEBRAK PASAR DI PASAR BARU BEKASI, ASN IKUT RAMAIKAN PASAR RAKYAT.

Harian umum warta daerah online


Program GEBRAK PASAR (Gerakan Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat)* kembali digelar di Pasar Baru Bekasi, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini diikuti ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi sebagai bentuk dukungan untuk para pedagang dan pelaku usaha yang beraktivitas di pasar rakyat.

Sebelum berbelanja, para ASN terlebih dahulu mengikuti senam pagi bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari di Pasar Baru Bekasi.

Salah satu ASN yang ikut dalam kegiatan tersebut, *Cahya Gunaria*, menyampaikan dukungannya terhadap program GEBRAK PASAR. Dalam kegiatan tersebut, ia turut membeli tiga ekor ayam dan dua kilogram ikan mujair untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Wali dan Pak Wakil. Kami aparatur Pemerintah Kota Bekasi mendukung sepenuhnya program ini. Hari ini kami sudah membeli tiga ekor ayam dan dua kilogram ikan mujair. Tentunya program ini sangat baik untuk para pedagang,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga dirasakan langsung oleh para pedagang di Pasar Baru Bekasi. Salah seorang pedagang mengatakan, kehadiran ASN yang kembali berbelanja di pasar mengingatkannya pada suasana pasar yang dulu lebih ramai.

“Dulu saya dagang enak. Orang Pemda, habis pulang dari kantor, banyak yang ke pasar sini. Sekarang sudah tidak seramai dulu. Dengan adanya program ini, alhamdulillah, kalau bisa berjalan lancar saya sangat berterima kasih. Semoga bisa ada yang masuk ke pasar lagi,” ungkapnya.

Menurut pedagang tersebut, semakin banyak ASN dan masyarakat yang kembali berbelanja di pasar dapat membantu membuat aktivitas jual beli kembali ramai.

Melalui GEBRAK PASAR, ASN diajak untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ikut meramaikan pasar rakyat dan mendukung para pedagang lokal. Kehadiran ASN diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk kembali berbelanja langsung di pasar.

Program GEBRAK PASAR pun diharapkan terus berjalan dan semakin ramai diikuti, sehingga pasar rakyat kembali menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. (Yoyo)

USAI PENATAAN PASAR BARU, WALI KOTA. DORONG ASN BELANJA DI PASAR GERAKAN EKONOMI RAKYAT.

Harian umum warta daerah online

Wali Kota Bekasi Gerakkan ASN Belanja di Pasar Baru, Hidupkan Pasar Yang Telah Tertata.

Pasar Baru Bekasi mulai didorong kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Setelah dilakukan penataan kawasan, Pemerintah Kota Bekasi kini menggelar Gerakan Belanja Ramai-Ramai ke Pasar Rakyat (Gebrak Pasar), dengan mengajak jajaran pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) berbelanja langsung ke pasar.

Gerakan tersebut dimulai Jumat pagi, diawali dengan senam bersama di area parkiran Pasar Baru. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama istri, Wiwiek Hargono, turut turun langsung menyapa pedagang dan berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga.

Mulai dari sayuran, lauk-pauk hingga beras, kebutuhan sehari-hari dibeli langsung dari pedagang pasar. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi cara Pemkot Bekasi memperkenalkan kembali Pasar Baru sebagai ruang belanja yang dekat dengan masyarakat.

Tri Adhianto mengatakan, pasar rakyat memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern, salah satunya fleksibilitas harga melalui proses tawar-menawar.

“Pasar ini menjadi satu tempat yang demokratis, tempat masyarakat bersilaturahmi sekaligus melatih kemampuan bernegosiasi melalui aktivitas tawar-menawar,” ujar Tri.

Ia mencontohkan, perbedaan harga dapat cukup signifikan antara pasar rakyat dan pusat perbelanjaan. Produk yang di tempat lain bisa mencapai sekitar Rp300 ribu, menurutnya, dapat ditemukan di pasar dengan harga sekitar Rp135 ribu.

Karena itu, kata Tri, pemerintah ingin mendorong pasar rakyat kembali ramai dengan menciptakan kebiasaan belanja langsung di pasar. Salah satunya melalui Gebrak Pasar yang akan digelar rutin setiap bulan.

“Friday Morning untuk sementara kita arahkan ke pasar-pasar rakyat. Jadi aktivitasnya tidak berhenti pada olahraga, tetapi kita sambungkan dengan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Tri, keramaian pasar akan berdampak langsung pada pedagang dan pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari transaksi harian.

Pelaksanaan perdana Gebrak Pasar sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung hasil penataan Pasar Baru Bekasi. Sejumlah area telah ditata, termasuk rooftop yang kini dimanfaatkan pedagang dengan pengaturan dan ketentuan berdagang yang telah ditetapkan.

Pemkot Bekasi akan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin bulanan dengan lokasi pasar rakyat yang dapat bergantian.

Gebrak Pasar diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi cara untuk mengembalikan aktivitas belanja ke pasar rakyat sekaligus memperbesar perputaran uang di tingkat pedagang dan pelaku usaha kecil (Yoyo)

 

GEBRAK PASAR PASAR BARU BEKASI CATAT TRANSAKSI RP 129,9 JUTA, DORONG PERPUTARAN EKONOMI PEDAGANG LOKAL.

Harian umum warta daerah online 

Suasana Pasar Baru Bekasi hari ini semakin ramai melalui kegiatan Gebrak Pasar (Gerakan Belanja ke Pasar) yang melibatkan jajaran OPD dan ASN Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pedagang pasar rakyat sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, kegiatan Gebrak Pasar berhasil mencatatkan total transaksi sebesar Rp129.906.350. Capaian tersebut berasal dari partisipasi 869 ASN dari 44 OPD/Kecamatan yang ikut berbelanja dan mendukung aktivitas perdagangan di Pasar Baru Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa Gebrak Pasar bukan hanya kegiatan belanja bersama, tetapi menjadi gerakan untuk menghidupkan kembali pasar rakyat dan memperkuat ekonomi para pedagang lokal. 

“Kita ingin membangun kebiasaan baru, agar belanja kebutuhan sehari-hari juga dilakukan di pasar rakyat. Ketika masyarakat dan ASN hadir berbelanja di pasar, maka uang yang berputar akan langsung dirasakan oleh para pedagang dan pelaku UMKM,” ujar Tri Adhianto. 

Menurut Tri, kegiatan Gebrak Pasar akan terus dikembangkan dan direncanakan berlangsung secara berkelanjutan. Setelah pelaksanaan di Pasar Baru Bekasi, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke pasar lainnya, termasuk Pasar Bantargebang pada bulan depan, sebagai upaya memperluas dampak ekonomi bagi pedagang di berbagai wilayah Kota Bekasi. 

“Ini bukan hanya soal transaksi hari ini, tetapi bagaimana kita menciptakan pergerakan ekonomi yang terus berjalan. Pasar harus kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Antusiasme kegiatan ini terlihat dari keterlibatan berbagai perangkat daerah, mulai dari Sekretariat Daerah, dinas teknis, badan daerah, hingga kecamatan dan kelurahan se-Kota Bekasi.

Beberapa perangkat daerah dengan nilai transaksi tertinggi di antaranya:

- Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan

71 ASN | Rp8.291.150

- Sekretariat Daerah Kota Bekasi

33 ASN | Rp7.160.500

- Kecamatan Bekasi Timur dan Kelurahan

26 ASN | Rp4.500.000

- Kecamatan Bekasi Barat dan Kelurahan

32 ASN | Rp4.500.000

- Kecamatan Jatiasih dan Kelurahan

34 ASN | Rp4.294.000

Melalui Gebrak Pasar, Pemerintah Kota Bekasi mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan pasar rakyat. Dengan semakin banyak aktivitas belanja di pasar tradisional, semakin besar pula dampak yang dirasakan oleh para pedagang dan pelaku UMKM.

Hari ini Pasar Baru Bekasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi menjadi ruang kolaborasi bersama untuk menggerakkan roda ekonomi Kota Bekasi. (Yoyo)

Sunday, 27 September 2026

RAPAT PERDANA TEMEN BANG YOYO (TBY), BERJALAN DENGAN HIKMAD.

Harian Umum Warta Daerah On Line

Rapat perdana Temen Bang Yoyo (TBY) yang  di selenggarakan acara tersebut berlangsung dengan hikmad.

"Tujuan dari rapat ini untuk menjalin silahturahmi dan mengutamakan kebersamaan di Grub Temen Bang Yoyo (TBY).

Sebagaimana yang harus di dukung bila ada temuan- temuan sebagai contoh bila mana ada anak balita yang terkena stanting atau busung lapar wajib kita bantu melaporkannya kita wajib merangkul dinas terkait ujarnya," Ketum TBY Yoyo Suharyono.

Di tambahkan lagi,"ketum TBY Yoyo Suharyono rapat hari ini (Minggu 27 September 2026 ). merupakan rapat perdana Tim TBY yang di adakan alamat di SAUCIKO Jalan Cikunir Raya Rt.002/Rw 02 Jaka mulya Kecamatan Bekasi Selatan berjalan sukses.

Acara di lanjutkan dengan makan bersama dan  Ramah tamah dan masukan-masukan oleh Rekan- Rekan Tim TBY apa pun yang di lasanakan. Rapat ini yang datang berapa orang, rapat perdana harus lah terselanggara pungkasnya. (YOYO)

Thursday, 24 September 2026

PENILAIAN ANUGERAH GAPURA SRI BADUGA, RW 14 PEKAYON TUNJUKAN INOVASI PEMANFAATAN LAHAN DAN KEKOMPAKAN WARGA.

Harian umum warta daerah online

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi serta Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka verifikasi Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga, Rabu (23/9/2025), di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi lapangan untuk melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipresentasikan oleh wilayah peserta. Dalam kunjungan ini, tim penilai melihat berbagai potensi masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, ketahanan pangan, pemanfaatan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga kekompakan warga dalam membangun lingkungan.

Di Kelurahan Pekayon, tim penilai mengunjungi sejumlah UMKM hasil kreativitas masyarakat yang telah menghasilkan berbagai produk, di antaranya batik, kaos dengan motif hasil jahitan, aksesoris, hingga produk tas berbahan rotan.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek Hargono juga mendorong agar potensi pelaku UMKM di tingkat kelurahan dapat terus dikembangkan. Bersama lurah dan camat setempat, masyarakat diajak untuk mengidentifikasi dan mengajak para pelaku usaha yang memiliki potensi agar dapat mendaftarkan produknya sebagai binaan Dekranasda Kota Bekasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan sekaligus memperluas pengembangan produk kerajinan dan usaha kreatif masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke salah satu posko RW yang turut dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT). Di lokasi tersebut terdapat sebanyak 57 tanaman, yang terdiri dari tanaman konsumsi dan tanaman obat.

Semangat ketahanan pangan juga diterapkan melalui gerakan di lingkungan RW 14 yang mendorong setiap rumah warga untuk menanam sedikitnya lima tanaman. Selain untuk memperindah lingkungan, gerakan tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki sumber pangan dan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dari lingkungan rumah masing-masing.

KWT di wilayah tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan Pandan Wangi dalam menyuplai hasil tanaman, baik tanaman konsumsi maupun tanaman obat yang dihasilkan oleh masyarakat.

Selanjutnya, tim penilai mengunjungi salah satu rumah percontohan rumah sehat yang menerapkan pemanfaatan lingkungan secara produktif. Sampah organik diolah menjadi eco-enzyme, sementara lahan di sekitar rumah dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman.

Beragam tanaman telah berhasil dibudidayakan dan beberapa di antaranya telah berulang kali dipanen, seperti mangga, pisang, jeruk bali, duku, kacang panjang, terong, pare, serta berbagai jenis rempah-rempah. Pemilik rumah juga memanfaatkan area yang tersedia untuk memelihara ikan lele yang sebagian hasilnya dikonsumsi sendiri.

Kunjungan juga melihat kekompakan warga RW 14 dalam menciptakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan bersama. Salah satunya dengan memanfaatkan area gang sebagai perpustakaan warga yang dibuka setiap hari dan menjadi tempat berkumpul masyarakat.

Lingkungan tersebut juga dipercantik dengan mural yang dibuat oleh warga pada dinding-dinding sekitar. Kreativitas warga, termasuk para bapak-bapak dan hansip, turut terlihat dalam membuat serta mempercantik fasilitas lingkungan melalui pemanfaatan barang-barang bekas.

Keterampilan tersebut kemudian turut dibagikan kepada para ibu sebagai salah satu upaya mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai.

Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kekompakan masyarakat Kelurahan Pekayon, khususnya warga RW 14 yang mampu mengembangkan berbagai kegiatan secara bersama-sama.

"Yang menarik dari Pekayon adalah bagaimana warga bisa bergerak bersama. Tidak hanya menanam tanaman konsumsi dan tanaman obat, tetapi juga memanfaatkan lahan yang ada, mengelola lingkungan, membuat ruang untuk berkumpul, sampai mengembangkan kreativitas dari barang-barang yang sudah tidak terpakai,” ujar Wiwiek.

Menurut Wiwiek, kekompakan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif dan memiliki nilai ekonomi.

"Ketika warga kompak, hal-hal sederhana bisa menjadi sesuatu yang memberikan manfaat besar. Lima tanaman dari setiap rumah kalau dilakukan bersama-sama tentu bisa menjadi kekuatan untuk ketahanan pangan lingkungan. Begitu juga dengan UMKM dan kreativitas warga, tinggal bagaimana kita terus dampingi dan membuka akses agar potensinya bisa berkembang,” tambahnya.

Wiwiek juga mendorong agar berbagai potensi UMKM yang ditemukan dalam kunjungan tersebut dapat terus didata dan dikembangkan sehingga memiliki kesempatan menjadi bagian dari binaan Dekranasda Kota Bekasi. (Yoyo)

DARI LIMBAH JADI MANFAAT, WARGA BEKASI BARAT CIPTAKAN BERAGAM INOVASI BERNILAI EKONOMI.

Harian umum warta daerah online


Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi dan tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi serta Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga, Rabu, 23 September 2025, di wilayah Kecamatan Bekasi Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan terhadap berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipaparkan dalam tahapan presentasi. Melalui kunjungan ini, tim penilai melihat secara langsung implementasi berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan ruang, pengelolaan lingkungan, serta pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah area ruang kosong di lingkungan kelurahan yang dimanfaatkan untuk penanaman berbagai bibit tanaman melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya masyarakat dalam mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus mendukung penghijauan dan ketahanan pangan di lingkungan.

Tim kemudian melihat kegiatan pengolahan eco-enzyme berbahan dasar limbah organik. Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari sabun, kerajinan, hingga produk yang digunakan untuk kebutuhan kecantikan seperti lotion dan parfum. Bahkan, eco-enzyme juga dikembangkan untuk kebutuhan kesehatan dan terapi, salah satunya melalui pemanfaatannya sebagai bahan pada bantal terapi.

Kunjungan berlanjut ke lokasi budidaya ikan nila milik warga yang memanfaatkan area sederhana di lingkungan rumah. Budidaya tersebut telah berkembang dan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat, dengan hasil produksi sekitar 15 kilogram ikan setiap bulan yang dipasarkan kepada warga sekitar.

Inovasi pengelolaan lingkungan juga terlihat dalam pemanfaatan limbah cair dari industri tempe. Bekerja sama dengan Universitas Pertamina, masyarakat mengolah limbah cair industri tempe menjadi gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh warga. Saat ini, pemanfaatan tersebut telah digunakan oleh sekitar empat kepala keluarga dan menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain dimanfaatkan sebagai sumber energi, hasil pengolahan limbah tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan pupuk cair untuk mendukung kegiatan perkebunan masyarakat. Di lokasi yang sama, tim penilai juga melihat budidaya ikan lele yang turut dikembangkan warga dengan hasil panen mencapai sekitar 50 kilogram.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di tempat tersebut, tim melihat berbagai kreativitas para guru dalam memanfaatkan bahan bekas menjadi dekorasi ruang kelas. Salah satunya berupa dekorasi berbentuk pohon yang menjuntai dan dibuat dari material bekas, sekaligus berbagai hasil kerajinan lainnya.


Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kreativitas dan inisiatif masyarakat dalam mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat.

“Yang kami lihat hari ini bukan hanya bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang yang ada, tetapi juga bagaimana limbah dan barang yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ada yang menjadi produk rumah tangga, produk kecantikan, pupuk, sumber energi, bahkan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Wiwiek.

Menurutnya, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dari lingkungan paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan limbah, menurut Wiwiek, juga dapat berjalan beriringan dengan peningkatan nilai ekonomi apabila dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan.

"Harapannya, inovasi seperti ini tidak berhenti sebagai sebuah program atau perlombaan saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi kebiasaan masyarakat. Ketika lingkungan lebih terkelola, limbah bisa dimanfaatkan, dan masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi, tentu manfaatnya menjadi lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan verifikasi lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga ini menjadi kesempatan bagi tim penilai untuk melihat secara langsung keberlanjutan berbagai inovasi yang telah dipaparkan sebelumnya, sekaligus menggali potensi pengembangan program di tengah masyarakat.

Melalui berbagai praktik tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk menjaga kebersihan dan lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan siklus pemanfaatan kembali sumber daya yang dapat memberikan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara bersamaan. (Yoyo)